Header Ads


Lansia di Jepang Memilih Penjara sebagai Tempat Tinggal Terbaik, Ada Apa?

Ilustrasi orang tua di Jepang yang kesepian tanpa perlindungan anak-anaknya


Fenomena aneh muncul di Jepang. Saat ini ramai-ramai masyarakat lanjut usia (lansia) di sana berakhir di jeruji besi, bahkan tidak sedikit yang melakukan tindak kriminal secara suka rela. Menurut laporan pemerintah pada 2021 yang dikutip The Economist, dilaporkan jumlah pelaku kriminal di atas usia 65 tahun telah meningkat lebih dari dua kali lipat selama 20 tahun terakhir. Secara persentase, sebagaimana dilaporkan Reuters, jumlah tersebut sebetulnya mengalami peningkatan 7% dari satu dekade sebelumnya.

Mahalnya biaya tinggal, tingginya biaya layanan kesehatan, dan terjerat kesepian akibat ditinggal keluarga pada akhirnya membuat mereka stres. Karena kembali bekerja dan menghamba pada pemerintah tidak lagi mungkin, maka satu-satunya cara terbaik adalah berbuat kriminal supaya masuk penjara.

Menurut BBC International, para lansia menganggap penjara adalah tempat menyambung hidup terbaik. Pasalnya, di balik jeruji besi, mereka bisa memperoleh tempat tinggal, mendapat layanan kesehatan 24 jam, dan terpenting, kebutuhan hidup dasar dapat terpenuhi. Meski tidak mendapat kebebasan, tetapi warga dijamin pemerintah saat dipenjara.

Contoh kasus, seorang kakek berusia 64 tahun bernama Toshio Takata secara sengaja ingin dipenjara. Toshio awalnya seorang pensiunan yang tinggal seorang diri, tetapi uang pensiun yang didapat tak bisa menutupi besarnya biaya hidup. Setelah kesulitan mencari nafkah dan gagal, Toshia putus asa dan punya rencana cerdik. Dia ingin mencuri sepeda, lalu secara sukarela menyerahkan diri kepada polisi. Sekali waktu, dia sungguh melakukan itu dan berhasil.

"Lihat, saya mengambil sepeda ini," katanya kepada polisi, saat menceritakan ulang kronologimya. Meski tergolong kecil, polisi sangat serius menindaknya. Hasilnya pun sesuai harapan sang kakek di mana ia dipenjara setahun. "Saya bisa makan dan tinggal secara gratis," kata Toshio tanpa rasa bersalah.

Setelah setahun dan bebas, Toshio malah ketagihan hidup di penjara. Dia lagi-lagi punya rencana jahat dan berhasil ditindak. Kali ini dia super bahagia karena bisa menghabiskan waktu di penjara lebih lama. Di hukuman kedua, polisi menghukumnya delapan tahun penjara karena melakukan pengancaman dengan senjata.

"Saya menyukai karena bisa tinggal gratis. Bahkan setelah keluar nanti, saya punya uang banyak karena dana pensiun saya tidak terpakai oleh kebutuhan di rumah," ujar kakek berusia 64 tahun itu.

Jika kasus Toshio didasarkan pada masalah finansial, maka kasus yang menjerat para perempuan lansia lain cerita. Perlu diketahui, mayoritas tahanan lansia adalah perempuan.

Dampak negatif dari kebijakan pembangunan di Jepang, di mana biaya hidup yang tinggi telah menyebabkan penurunan pernikahan dan kelahiran anak di kalangan generasi muda. Hal ini mengakibatkan meningkatnya hubungan tanpa anak dan "teman dengan keuntungan", yang merupakan bom waktu untuk keruntuhan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan. Rasa kesepian orang tua sebagai akibat dari hilangnya hubungan keluarga dan individualisme.

Jika dibandingkan dengan sistem Islam, maka akan mencegah kemiskinan dan kesepian di kalangan orang tua melalui mekanisme untuk merawat mereka. Dalam kitab Al-Kharaj oleh Imam Abu Yusuf Ya'qud bin Ibrahim al-Anshari, mengisahkan Khalifah Umar bertemu dengan seorang Yahudi tua yang sedang mengemis dan membebaskannya dari membayar jizyah (pajak bagi non-Muslim yang tinggal di bawah pemerintahan Islam) serta memberinya bantuan. Umar juga memerintahkan petugasnya untuk melakukan hal yang sama untuk orang tua lainnya.

Dalam Islam menekankan pentingnya merawat orang tua, banyak ayat-ayat dari Al-Qur'an dan hadis yang menginstruksikan anak-anak untuk baik dan berbakti kepada orang tua mereka serta memenuhi kebutuhan mereka. Penerapan sistem Islam, baik secara individu maupun pada tingkat negara, akan memastikan bahwa orang tua hidup bahagia dengan keluarga mereka dan kebutuhan mereka terpenuhi.

Dengan demikian, tampak jelas bahwa penerapan sistem Islam dalam kehidupan, baik oleh individu maupun negara, akan menjadikan para lansia hidup bahagia di tengah keluarga bersama anak cucunya dan terjamin kebutuhannya. [IDN]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.