Header Ads


Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis, Makin Mengerikan!

Oleh: Fatma Wati Edi Nafsil*)


IndonesiaNeo, OPINI - Dehumanisasi Muslim Palestina oleh Zionis sangat mengerikan, tidak hanya menimpa orang yang hidup, tetapi juga yang sudah mati. Para pemukim ekstremis Israel telah memaksa warga Palestina untuk menggali kembali kuburan seorang pria di tanah Palestina di Tepi Barat bagian utara. Mereka dipaksa untuk memindahkan jenazah tersebut ke lokasi lain dengan alasan kuburan itu terlalu dekat dengan pemukiman Israel (SINDOnews.com, 10/05/2026)

Di sisi lain, Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) menyebutkan bahwa Jalur Gaza juga merupakan tempat paling mematikan di dunia bagi para jurnalis. Lebih dari 300 jurnalis tewas sejak 7 Oktober 2023 (bali.antaranews.com, 04/05/2026). 

Serangan Zionis selama lebih dari 2 tahun di Gaza telah mencapai 72.736 orang, dengan 172.535 lainnya terluka. Banyak anak Palestina yang tubuhnya diamputasi akibat perang. Sementara itu, wilayah yang dikuasai Zionis semakin luas. Kelompok Palestina Hamas menyatakan bahwa militer Israel menguasai lebih dari 60 persen wilayah pesisir Palestina (antaranews.com, 04/05/2026).


Sikap Pemimpin-Pemimpin Muslim

Zionis tidak memedulikan kesepakatan gencatan senjata dan terus menyerang Gaza dengan dukungan politik, militer, dan keuangan dari AS untuk memperluas pendudukannya dan melakukan genosida. Hingga saat ini jumlah korban makin banyak, termasuk anak-anak. Untuk membungkam pers dari menyiarkan kejahatan mereka pada dunia, Zionis menargetkan pembunuhan para jurnalis.

Mirisnya, semua kejahatan itu disaksikan oleh dunia internasional, bahkan juga oleh penguasa negeri-negeri kaum muslimin. Akan tetapi, Zionis sepertinya sudah kebal terhadap hukum. Meskipun kebiadaban Zionis terang benderang, tidak ada satu pun penguasa negeri-negeri kaum muslimin yang mengirimkan perlawanan untuk membela, seolah diam tak berkutik. 

Dalam kitab Daulah Islam, Syekh Taqiyyuddin an-Nabhani menjelaskan bahwa Barat menjajah negeri-negeri kaum Muslimin dengan menancapkan paham nasionalisme. Melalui serangan politik, negeri-negeri Muslim dipecah belah menjadi nation state sampai akhirnya umat Islam membatasi geraknya hanya pada kepentingan negerinya masing-masing. Akibatnya, bentuk pembelaan kepada Gaza sebatas pada kecaman dan bantuan. 

Sesungguhnya akar masalah penderitaan yang dialami Gaza adalah adanya penjajahan Zionis dan sekutunya tanpa adanya negara yang bisa menjadi pelindung bagi kaum muslimin. Hingga hari ini umat Islam tidak memiliki kepemimpinan tunggal yang menerapkan syariat dan menjaga negeri-negeri Muslim termasuk Gaza dari penjajahan. Justru yang ada hanya negeri-negeri Muslim yang tunduk pada sistem politik internasional dan kepentingannya. 


Solusi Palestina hanya dengan Jihad dan khilafah

Palestina adalah tanah kharajiyyah, yakni tanah yang ditaklukkan oleh kaum muslimin yang wajib dilindungi. Sejak khilafah masih ada sampai runtuhnya, Palestina tetap dipertahankan dengan darah-darah para syuhada. Membiarkan genosida ini berlanjut tanpa tindakan nyata adalah kemungkaran yang wajib diubah dengan seluruh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh kaum muslimin. Karena solusi yang disyari'atkan Islam ketika terjadi penjajahan adalah jihad fii sabilillah. 

Allah subhanahu wata'ala berfirman: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, dan bunuhlah mereka di mana kamu temui mereka dan usirlah mereka dari mana mereka telah mengusir kamu. Demikianlah balasan bagi orang kafir.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 190-191).

Dengan demikian, pembebasan Palestina butuh ukhuwah Islamiah hakiki berupa persatuan Muslim sedunia untuk berjihad di bawah satu kepemimpinan, yaitu khalifah, yang hanya terwujud dengan Khilafah yang merupakan institusi pemersatu umat. Karena hanya Khilafahlah yang bisa menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina dan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya, sekaligus me-riayah warga Palestina agar bisa hidup mulia. 

Oleh karena itu, agenda utama (qadhiyah masiriyah) umat Islam hari ini seharusnya adalah dakwah menyadarkan pentingnya persatuan dan menegakkan Khilafah yang akan mengerahkan militer di dunia Islam untuk melakukan jihad membebaskan Palestina dan menghilangkan entitas Zionis.[]


*) Pegiat Literasi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.