Header Ads


Great Victory in Harenc; Ketika 5 Panglima Musuh Jadi Tawanan Nuruddin Zanki

Gen Saladin | @gen.saladin | t.me/gensaladin

22 Ramadhan tahun 559 Hijriah bertepatan dengan 13 Agustus 1164, terjadi sebuah peristiwa besar yang sangat langka diketahui oleh anak-anak Muslim dan orangtuanya. Padahal peristiwa ini adalah salah satu kemenangan besar bulan Ramadhan yang diberikan Allah kepada Kaum Muslimin melalui tangan seorang mujahid bernama Sultan Nuruddin Zanki, gurunya Shalahuddin Al Ayyubi.

Peristiwa apakah itu?

Sebelumnya, teman-teman butuh tahu gambaran situasi Dunia Islam di kala Abad 12 Masehi. Palestina dalam keadaan terjajah dan negeri-negeri muslim sedang dalam keadaan krisis. Timur Tengah dikuasai oleh Dinasti Syiah Ubaidiyah yang memaksakan masjid-masjid dituliskan kaligrafi yang menghina Abu Bakar, Umar dan Aisyah.

Mereka juga membentangkan jalan pada ratusan ribu tentara Salib untuk datang ke Palestina via pelabuhan Mesir dan Syam. Di sana, Tentara Salib membangun tidak hanya rumah-rumah dan pangkalan militer. Mereka bahkan berhasil membangun 5 negara katolik di atas tanah berkah Syam, yaitu Kingdom of Jerusalem, County of Tripoli, Principality of Antioch, County of Edessa dan Principality of Armenian Cicilia.

Sekalipun dalam keadaan yang luarbiasa sulitnya, diserang dari dalam dan luar, Kaum Muslimin selalu memiliki heronya yang memecahkan kesunyian. Kali ini kita akan mengenang seorang mujahid hebat bernama Sultan Nuruddin Zanki, yang seluruh hidupnya diwakafkan untuk membebaskan kota-kota Islam dari penjajahan Salib.

Peristiwa Harim (Harenc) adalah kemenangan Kaum Muslimin berjumlah 9000 orang melawan 30 ribu pasukan Salib gabungan 4 negara katolik. Antara Sultan Nuruddin dan saudaranya, Qutbuddin bin Maudud melawan pasukan yang dipimpin oleh Raymod of Tripoli, Bohemund III, Konstantinos Kalamanos, Thoros II, Hugh VIII, dan Joscelin III.

Harim adalah sebuah kota berbenteng kokoh di Suriah yang dipimpin kala itu oleh seorang bangsawan Eropa bernama Reginald of Saint Valary. Di sana 30 ribu pasukan salib berkumpul untuk menghadapi serangan 9 ribu tentara muslimin di tengah terik Ramadhan. Melihat jumlah yang sedikit, pasukan Salib melakukan kesalahan besar dengan menganggap remeh kekuatan mujahid pimpinan Nuruddin Zanki.

Akhirnya pasukan Salib maju tanpa teratur dan tidak memedulikan kaidah militer menuju pasukan Muslimin. Sementara itu, Sultan Nuruddin menggunakan taktik "mundur untuk mengecoh", yakni membiarkan pasukan musuh mengira seakan-akan pasukan Muslimin telah mundur ke belakang, namun ternyata para mujahid malah menyerang dari belakang musuh dan memisahkan antara kavaleri dan infanteri pasukan Salib.

Ketika pasukan berkuda telah dipisahkan dari pasukan pejalan kaki, Sultan Nuruddin Zanki memberikan komando untuk maju total merangsek ke tengah pasukan musuh dan memberikan efek daya hancur yang sangat besar bagi pasukan salib. Dalam berbagai sumber baik Eropa maupun Arab, Kemenangan Kaum Muslimin di Harim adalah pukulan telak yang membuat malu Eropa.

Sejarawan Ibnu Atsir menulis dalam Al Kamil fi At tarikh bahwa jumlah tentara Salib yang mati di Pertempuran Harim adalah 10 ribu tentara. Sumber-sumber Eropa seperti diungkapkan Zoé Oldenbourg dalam buku The Crusade mengungkapkan fakta bahwa 5 dari 6 panglima pasukan Salib ditawan oleh Nuruddin Zanki. Mereka semua kebanyakan adalah penguasa negeri dan putra mahkota.

Begitulah Sejarah kita bicara. Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, melainkan sejarah kemenangan bertubi-tubi yang sayangnya dihapus oleh mereka yang tak mau kamu dan aku tahu tentang kegemilangan nenek moyang kita di indahnya Ramadhan.

References :
1. Al Kamil fi At Tarikh, Ibnu Al Atsir
2. Oldenbourg, Zoé (1966). The Crusades. New York: Pantheon Books.
3. Qamus Al Hurub Al Araby

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.