Header Ads


BUMN Merugi Akibat Salah Kelola

 

Oleh : Djumarno Djunuhi (Pengusaha Muslim Baubau)


BUMN adalah perusahaan milik negara, yang didirikan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memenuhi kebutuhan akan barang dan jasa yang tidak bisa dipenuhi oleh swasta.

Namun, sedang santer pemberitaan jika BUMN di negeri ini tengah sekarat akibat mengalami kerugian yang tak sedikit. Bahkan terlilit utang triliunan rupiah. Sebut saja Garuda Indonesia yang berhutang 70 triliun. Lebih mengerikan lagi, Perusahaan plat merah lainnya yang terlilit hutang adalah PLN mencapai 500 triliun sungguh jumlah yang fantastik (Suara.com,10/6/21).

Salah Kelola

Ambruknya berapa BUMN menunjukan bahwa ada yang salah dengan pengelolaanya. Bagaimana bisa seluruh BUMN mengalami kerugian disaat yang bersamaan. Politikus Partai Gerindra Fadli Zon melayangkan kritiknya kepada BUMN yang mengalami kerugian. Dalam akun resminya @fadlizon (10/6/21) ia mengatakan jika BUMN tersungkur akibat beban penugasan dan joroknya tata kelola. 

Anggota DPRI ini juga menyampaikan, jika kita tidak bisa menyalahkan pandemi. Karena faktanya kerugian perusahaan plat merah sudah terjadi jauh sebelum pandemi hadir. Ia menambahkan jika tata kelola yang salahlah yang menyebabkan BUMN merugi dan penugasan yang terlalu banyak melebihi kemampuan keuangan BUMN, warisan efisiensi organisasi hingga penunjukan direksi dan komisaris BUMN yang tidak profesional dan tidak sesuai kompetensi juga menjadi dagtar penyebab ambruknya BUMN, ( suara.com, 10/6/21).

Pengamat ekonomi Arim Nasim menilai ada dua penyebab BUMN mengalami kerugian :

Pertama, paradigma pengelolaan. 

Menurut Arim paradigma pengelolaan BUMN hari ini adalah orientasi bisnis bukan lagi pelayanan. Jika orientasi bisnis, maka  wajar jika yang dipikirkan adalah untung dan rugi

Kedua, kepentingan politik dan KKN.

Arim menilai jika problem PLN dan BUMN yang lainnya adalah mismanajemen. Artinya banyak kepentingan politik yang bermain sehingga memperberat posisi BUMN, ditambah kolusi dan nepotisme, memunculkan kebijakan- kebijakan yang tidak rasional dengan bisnis. Namun, karena ada kepentingan politik dan KKN, BUMN harus menanggung sesuatu yang bukan tanggungannya, (Media Ummat)

Jika kita lihat dua komentar di atas, menunjukan bahwa problem kerugian yang dialami BUMN bukan sekedar kesalahan teknis namun sistemik. Hal ini wajar mengingat pondasi sistem ekonomi hari ini adalah ekonomi kapitalisme yang senantiasa berpihak kepada pemilik modal.

Maka bukan hal aneh jika BUMN yang seharusnya didirikan untuk kepentingan rakyat malah dikuasai oleh kepentingan bisnis dan politik. Selama kapitalisme tidak dicabut dari akarnya maka sulit bagi BUMN berdiri tegak bersaing dalam.ekonomi yang semakin liberal.

Cara Islam Mengelola Harta

Islam sebagai agama wahyu, diturunkan sebagai pengatur segala urusan manusia, termasuk pengelolaan harta. Dalam Islam pengelolaan harta dipisahkan sesuai dengan jenis hartanya terlebih dahulu.

Maka, dalam sistem Islam harta dikategorikan dalam 3 jenis kepemilikan. yaitu kepemilikan Individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. da mekanisme ini tidak ditemukan dalam sistem manapun.

Untuk kasus BUMN, maka dalam Islam masuk penggabungan harta negara dan umum. Maka dalam Islam harus dipisahkan terlebih dahulu. Karena harta milik umum adalah milik seluruh rakyat, maka negara hanya memiliki kewajiban mengelolanya sedangkan hasilnya diserahkan kepada rakyat kembali berupa fasilitas layanan publik, seperti listrik gratis, pendidikan gratis, kesehatan gratis, fasilitas umum lainnya, termasuk BBM murah bahkan gratis. Kalaupun ada biaya, hanya dipungut biaya produksinya saja tanpa mengambil keuntungan sedikit pun.

Sementara untuk harta negara, maka dikelola oleh negara diperuntukan untuk kepentingan negara, seperti tunjangan khalifah, gaji aparatur negara, dan kepentingan negara lainnya, (an-Nabhani, 2001).

Dengan mekanisme kepemilikan dan pengelolaan harta yang jelas dan rinci, dan jauh dari ribawi maka tidak akan ada cerita negara mengalami kerugian apalagi terlilit hutang. Dengan mekanisme ini, Islam mampu mewujudkan negara kaya dan sejahtera .Wallahu a'lam Bishowab

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.