Header Ads


Indonesia Belum Capai Target Investasi di Sektor Minyak dan Gas

Ilustrasi kilang minyak dan gas


IndonesiaNeo.com --- Dikutip dari The Jakarta Post (10/07/2023), Indonesia tertinggal dari target investasi minyak dan gas. Investasi minyak dan gas Indonesia pada paruh pertama tahun ini mencapai US$5,7 miliar, hanya 36,67 persen dari target tahun ini sebesar $15,54 miliar, menurut Satuan Tugas Regulasi Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas).

Investasi minyak dan gas pada periode Januari-Juni naik 21 persen year-on-year (yoy) didukung oleh tren naik investasi minyak dan gas hulu global, menurut kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Wakil kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaz menyalahkan penundaan pengeboran sumur dan penundaan proyek lain serta gangguan terkait keamanan karena kenyataan bahwa investasi minyak dan gas di bawah target pada pertengahan tahun .

Namun, meskipun investasi minyak dan gas di bawah target pada pertengahan tahun, penting bagi pemerintah untuk terus mendorong investasi di sektor ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan demikian, meskipun Indonesia tertinggal dari target investasi minyak dan gas, masih ada peluang untuk meningkatkan investasi di sektor ini di masa depan. Pemerintah harus bekerja sama dengan bisnis dan ahli untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan sektor minyak dan gas. [IDN]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.