Header Ads


On This Day, 26 Juli

Ilustrasi Perang Shiffin


IndonesiaNeo.com --- Berikut ini adalah hari penting yang terjadi pada tanggal 26 Juli:

  1. 657: Perang Shiffin adalah pertempuran yang terjadi antara Ali bin Abi Thalib, Khulafaur Rasyidin keempat, dan Muawiyah I, pendiri Bani Umayyah. Perang ini terjadi di desa Shiffin, Suriah, dan merupakan bagian dari Perang Saudara Islam I (656-661). Penyebab konflik Perang Shiffin adalah pembunuhan Khalifah Utsman bin Affan oleh pemberontak Mesir. Perang ini berlangsung selama tiga hari, yakni antara 26-28 Juli 657 .
  2. 811: Pertempuran Pliska adalah pertempuran besar antara Kekaisaran Bizantium dan Bulgaria Pertama, yang terjadi di dekat ibu kota Bulgaria, Pliska. Tentara Bizantium dipimpin oleh Kaisar Nikephoros I, yang ingin membalas dendam atas kekalahan sebelumnya dari Bulgaria. Namun, tentara Bulgaria berhasil mengadakan serangan mendadak dan mengepung tentara Bizantium, membunuh kaisar dan banyak pejabat tingginya.
  3. 920: Pertempuran Pamplona adalah pertempuran antara pasukan Kristen dari Kerajaan Navarre dan Kerajaan Léon melawan pasukan Muslim dari Kekhalifahan Umayyah di Pamplona, ibu kota Navarre. Pertempuran ini dimenangkan oleh pasukan Muslim, yang berhasil menghancurkan pasukan Kristen dan merebut kota Pamplona.
  4. 1267: Inkuisisi adalah lembaga gerejawi yang dibentuk untuk menindak bidah dan penyimpangan doktrin dalam agama Katolik. Inkuisisi dibentuk di Roma di bawah Paus Clement IV, yang memberikan wewenang kepada para inkuisitor untuk menyelidiki, mengadili, dan menghukum orang-orang yang dicurigai melakukan bidah atau penyihir.
  5. 1309: Henry VII adalah raja Jerman dari Wangsa Luksemburg, yang juga menjadi Raja Romawi, gelar yang diberikan kepada penguasa Kekaisaran Romawi Suci. Henry VII diakui sebagai Raja Romawi oleh Paus Clement V, yang merupakan paus pertama yang berkedudukan di Avignon, Prancis, bukan di Roma. Henry VII kemudian mencoba untuk memulihkan otoritas kekaisaran di Italia, tetapi menghadapi perlawanan dari banyak pihak.
  6. 1469: Perang Mawar adalah serangkaian perang saudara antara dua cabang Wangsa Plantagenet, York dan Lancaster, yang bersaing untuk takhta Inggris. Pertempuran Edgecote Moor adalah salah satu pertempuran dalam perang ini, yang melibatkan pasukan Richard Neville, Earl ke-16 dari Warwick, yang mendukung Henry VI dari Lancaster, melawan pasukan Raja Edward IV dari York. Pertempuran ini dimenangkan oleh Warwick, yang berhasil menangkap Edward IV dan mengembalikan Henry VI ke takhta.
  7. 1497: Perkin Warbeck adalah seorang petualang asal Flandria, yang mengaku sebagai Richard dari Shrewsbury, Adipati York, putra bungsu Raja Edward IV dan salah satu dari dua Pangeran di Menara. Perkin Warbeck mencoba untuk merebut takhta Inggris dari Henry VII dari Wangsa Tudor dengan dukungan dari beberapa negara Eropa. Pada tahun 1497, ia mendarat di Cork, Irlandia, dengan tentara bayaran dan mendapatkan dukungan dari beberapa bangsawan Irlandia.
  8. 1499: Alonso de Ojeda adalah seorang penjelajah Spanyol yang ikut serta dalam pelayaran kedua Christopher Columbus ke Amerika pada tahun 1493. Pada tahun 1499, ia memimpin ekspedisi sendiri ke pantai utara Amerika Selatan dengan izin dari Raja Spanyol. Dalam ekspedisi ini, ia menemukan Pulau Curacao, sebuah pulau kecil di Laut Karibia yang sekarang menjadi bagian dari Kerajaan Belanda.
  9. 1519: Francisco Pizarro adalah seorang penakluk Spanyol yang terkenal karena menaklukkan Kekaisaran Inka di Amerika Selatan pada abad ke-16. Pada tahun 1519, ia menerima piagam kerajaan dari Raja Charles I dari Spanyol untuk menjelajahi dan menaklukkan pantai barat Amerika Selatan, yang saat itu belum diketahui oleh orang Eropa. Pizarro kemudian memimpin tiga ekspedisi ke wilayah tersebut, yang berujung pada penaklukan Inka pada tahun 1533.
  10. 2021: Hari Konservasi dan Restorasi Mangrove adalah hari peringatan yang ditetapkan oleh PBB untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan tentang perlindungan dan pelestarian ekosistem mangrove. Hari ini diperingati setiap tanggal 26 Juli dan diadopsi oleh Konferensi Umum Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO). Mangrove mendukung keanekaragaman hayati yang kaya dan menyediakan habitat pembibitan yang berharga bagi ikan dan krustasea. Mangrove juga bertindak sebagai bentuk pertahanan pantai alami terhadap gelombang badai, tsunami, naiknya permukaan laut dan erosi. [IDN]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.