Header Ads


Pemerintah Waspada Terhadap Dampak Perlambatan Ekonomi Global pada Keuangan Negara

Ilustrasi ekonomi Indonesia


Dikutip dari The Jakarta Post (11/07/2023), Kementerian Keuangan telah memperingatkan bahwa perlambatan ekonomi global dapat merugikan anggaran Indonesia, karena ekspor komoditas yang melemah berdampak pada bea dan cukai serta pada pendapatan non-pajak. Namun, pemerintah masih berharap untuk melampaui target pendapatan anggaran keseluruhan untuk tahun ini.

Berbicara di depan Komite Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat pada hari Senin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa dua dari tiga komponen pendapatan negara akan melebihi target yang ditetapkan tahun lalu. Namun, ia menambahkan bahwa pemerintah harus tetap waspada terhadap tren yang dapat mempengaruhi pendapatan negara.

Menurut Sri Mulyani, perlambatan ekonomi global dapat mempengaruhi pendapatan negara melalui dampaknya pada ekspor komoditas. Hal ini dapat berdampak pada bea dan cukai serta pendapatan non-pajak. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah masih berharap untuk melampaui target pendapatan anggaran keseluruhan untuk tahun ini.

Sri Mulyani juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas fiskal dan menjaga defisit anggaran dalam batas yang wajar. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya meningkatkan efisiensi pengeluaran dan meningkatkan penerimaan pajak untuk memastikan stabilitas fiskal.

Dalam pertemuan tersebut, Sri Mulyani juga membahas upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja. Ia menekankan pentingnya reformasi struktural untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas, serta meningkatkan iklim investasi.

Secara keseluruhan, meskipun pemerintah tetap waspada terhadap tren yang dapat mempengaruhi pendapatan negara, kondisi keuangan negara tetap solid. Pemerintah akan terus berupaya menjaga stabilitas fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. [IDN]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.