Header Ads


Kisah Inspiratif Abdullah bin Mas’ud: Menaklukkan Tantangan dengan Keislaman

Ilustrasi seorang laki-laki Arab di padang pasir


Indonesia Neo - TELADAN - Abdullah bin Mas’ud, seorang laki-laki bertubuh kurus dan pendek, memiliki tinggi badan yang hampir sama dengan orang yang sedang duduk. Betisnya kecil dan tidak berisi. 

Suatu hari, ketika ia memanjat pohon Arok, betisnya terlihat oleh sahabat lainnya, yang kemudian menertawakan betis kecil itu. Namun, Rasulullahﷺ memberikan pengertian, "Kalian menertawakan betisnya. Ketahuilah, di sisi Allah, kedua betis itu lebih berat timbangannya dibandingkan gunung Uhud."

Pemilik betis kecil tersebut adalah Abdullah bin Mas’ud, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin surga. Ia dikenal sebagai laki-laki miskin berbadan kecil, tetapi setelah masuk Islam, Allah Taala memuliakannya. 

Meskipun awalnya sosok biasa, kapasitas ilmunya melebihi para sahabat utama seperti Abu Bakar dan Umar. Dari nol menjadi pahlawan, inilah kisah Abdullah bin Mas’ud, penggembala miskin yang berubah menjadi superhero setelah Islam merangkulnya.

Sebelumnya, setiap kali berjalan di hadapan pembesar Quraisy, Ibnu Mas’ud selalu berjalan cepat sambil menundukkan kepala. 

Namun, setelah masuk Islam, dengan kepala tegap dan berani, ia mendatangi perkumpulan para pejabat Quraisy di Ka’bah. Di hadapan mereka, tanpa ragu, Ibnu Mas’ud membacakan ayat-ayat Al-Qur’an.

Keberaniannya diceritakan oleh Zubair bin Awwam, 

"Suatu hari, para sahabat Nabi ﷺ berkumpul. Mereka berkata, 

‘Demi Allah, orang-orang Quraisy belum pernah mendengar Al-Qur’an ini dibacakan di hadapan mereka. Siapa di antara kita yang bersedia memperdengarkannya kepada mereka?’ Dengan mata yang menyala meski wajahnya lelah, Abdullah bin Mas’ud berkata, ‘Aku saja!’ 

Para sahabat menatapnya bingung seraya berkata, ‘Kami khawatir kamu tidak akan selamat. Kami menginginkan laki-laki yang punya kerabat sehingga ia mampu mempertahankan dirinya dari kejahatan, wahai Anak Muda!’ 

Abdullah bin Mas’ud terdiam sejenak, lalu kembali meyakinkan para sahabat dengan berkata, 

‘Berilah aku kesempatan. Allah yang akan membelaku!’ Ia pun melangkah dengan percaya diri menyusuri jalanan Makkah, lalu mendatangi Balai Pertemuan para pembesar Quraisy. Ia berdiri dan membacakan Al-Qur’an dengan suara merdu. Tidak lama setelahnya, para pembesar Quraisy mendekati Ibnu Mas’ud dan memukulinya. 

Namun, Ibnu Mas’ud tetap melanjutkan bacaannya sampai ia babak belur. Melihat Ibnu Mas’ud penuh luka, para sahabat sangat sedih, ‘Inilah yang kami khawatirkan terhadap dirimu,’ Ibnu Mas’ud berkata, ‘Sekarang ini, musuh Allah yang paling hina di mataku adalah mereka. Jika kalian mau, besok aku akan melakukan hal yang sama.'"

Dalam kehidupan dunia yang penuh persaingan, Ibnu Mas’ud tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bersaing. Ia tidak memiliki harta, tubuhnya kecil, dan kurus. Kedudukan sosialnya termasuk rakyat jelata dan miskin. 

Namun, keislamannya membuatnya menjadi sahabat berilmu yang melampaui sahabat lainnya. Abdullah bin Mas’ud menjadi ahli ilmu di antara para sahabat, serta rujukan umat dan para penghafal Al-Qur’an.

Ia mendapat kehormatan menerima langsung 70 surat Al-Qur’an dari Nabi ﷺ, 

"Aku hafal 70 surah Al-Qur’an langsung dari Rasulullah ﷺ. Tidak seorang pun yang menyaingiku dalam hal ini." 

Rasulullah ﷺ pernah berpesan kepada para sahabat untuk menjadikan Ibnu Mas’ud sebagai teladan, 

"Berpegang teguhlah kepada apa yang diajarkan Ibnu Ummi’ Abdi (Ibnu Mas’ud)."

Beliau juga berpesan agar para sahabat meniru bacaan Al-Qur’an Abdullah bin Mas’ud, 

"Barang siapa yang ingin mendengar Al-Qur’an seperti saat diturunkan, hendaklah ia mendengarkannya dari Ibnu Mas’ud. Barang siapa yang ingin membaca Al-Qur’an seperti saat diturunkan, hendaklah ia membacanya seperti bacaan Ibnu Mas’ud."

Ibnu Mas’ud selalu mendampingi Rasulullah ﷺ, baik saat tinggal maupun bepergian. Ia terlibat dalam semua peperangan bersama Rasululllah ﷺ. 

Keistimewaan Ibnu Mas’ud telah disaksikan oleh para sahabat Nabi, termasuk Khalifah Umar bin Khaththab yang memuji pemahamannya tentang ajaran Islam yang telah mencapai kesempurnaan. 

Abu Musa al-Asy’ari juga menuturkan, 

"Jangan menanyakan urusan agama (Islam) kepada kami selama pakar agama ini berada di antara kalian."

Allah telah menganugerahi Abdullah bin Mas’ud sebagai sahabat dengan ketakwaan dan kebijaksanaan yang begitu mulia. Ia lelaki yang dibimbing oleh Allah, dididik oleh Rasulullah, dan diberi petunjuk oleh Al-Qur’an. Sungguh menakjubkan!

Abdullah bin Mas’ud, gurunya para sahabat, pakar ilmu, dan ahli Al-Qur’an. Semoga kisahnya memantik keteladanan bagi generasi akhir zaman. 

Kita menjadi mulia karena Islam, berjaya karena menjadikan Al-Qur’an sebagai poros kehidupan, dan terhina ketika meninggalkan Al-Qur’an. 

Wahai generasi muda Islam, jadilah Ibnu Mas’ud akhir zaman yang akan membangkitkan kembali peradaban Islam dengan menjadikan Al-Qur’an dan Sunah sebagai jalan kehidupan. Inilah kisah nyata dari zero to hero. []

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.