Header Ads


Hakikat Kemenangan Yang Sempurna Untuk Palestina




Oleh : Syahril Abu Khalid

(Pemerhati Kebijakan Publik)


Awal kericuhan di kompleks Masjid Al Aqsa dipicu kepolisian Israel yang menutup tempat warga Palestina biasanya berkumpul setelah berpuasa. Penutupan itu membuat warga setempat meradang dan melancarkan aksi, membuat polisi akhirnya mencabut blokade.

Namun dalam beberapa hari terakhir, pertikaian kembali pecah karena Israel mengancam akan mengusir puluhan warga di kawasan Sheikh Jarrah. Sebanyak 136 orang terluka dalam bentrokan antara polisi Israel dan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa.

Bentrokan tersebut menambah Panjang cerita konflik Palestina dan Israel, akibatnya ada 205 warga Palestina dan 17 aparat keamanan Israel luka-luka akibat bentrokan, ungkap kantor berita Reuters merujuk laporan dari kedua pihak.

Sebagian besar warga Sheikh Jarrah adalah orang Palestina. Namun, bagi Israel, wilayah itu merupakan lokasi suatu tempat suci karena terdapat makam seorang imam agung Yahudi.

Polisi Israel menggunakan meriam air dari kendaraan lapis baja untuk membubarkan ratusan pemrotes yang berkumpul di dekat rumah-rumah keluarga yang terancam diusir.

Pada 10/05/2021 malam harinya, Hamas menembakkan roket-roket ke Israel dalam aksi solidaritas dengan orang-orang Palestina di Yerusalem timur. Israel lalu membalasnya dengan serangan mematikan di Gaza, daerah kekuasaan Hamas. 

Tanggal 11/05/2021, Hamas menghujani roket di Tel Aviv, setelah serangan udara Israel menghancurkan sebuah blok gedung bertingkat di Gaza yang berisi kantor-kantor Hamas.

Pada 12/02/2021, juga Israel mengerahkan kendaraan lapis baja dan tentaranya di sepanjang perbatasan Gaza. Kemudian pada 15/05/2021, serangan udara Israel di kamp pengungsi Shati di Gaza menewaskan 10 orang dari satu keluarga besar. 

Beberapa jam kemudian serangan udara Israel menghancurkan Jala Tower yang dihuni kantor berita internasional seperti Al Jazeera dan Associated Press. Israel beralasan gedung 13 lantai itu menyembunyikan aset militer Hamas.

Bentrokan Israel dan Palestina juga terjadi di Tepi Barat yang menyebabkan 11 orang tewas hanya dalam satu hari pada 14/05/2021, menurut sumber di Palestina. Pada 16/05/2021, Israel menghancurkan rumah pemimpin politik Hamas di Gaza. Serangan di seluruh wilayah tersebut menewaskan 42 orang, jumlah kematian harian tertinggi.

Amerika Serikat untuk ketiga kalinya dalam seminggu memblokade pernyataan Dewan Keamanan PBB, yang menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan warga sipil. Sementara itu pada 17/05/2021, salah satu komandan Jihad Islam, kelompok bersenjata terbesar kedua di Gaza, syahid dalam serangan Israel.

Meningkatnya tekanan diplomatik di Israel membuat mereka mau membuka penyeberangan untuk masuknya pasokan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Akan tetapi penyaluran bantuan segera dihentikan setelah terjadi serangan mortar dikawasan tersebut.

Pada Selasa (18/05/2021) Presiden Perancis Emmanuel Macron bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi dan Raja Jordania Abdullah II, untuk mendorong gencatan senjata. Sumber militer Israel pada Rabu (19/05/2021) mengatakan, mereka sedang memantau saat yang tepat untuk gencatan senjata. Dorongan gencatan senjata juga dilakukan Presiden AS Joe Biden yang menelepon langsung sekutunya, PM Israel Benjamin Netanyahu.

Pada Kamis malam (20/5/2021) kantor Netanyahu mengumumkan bahwa kabinet keamanan telah menerima inisiatif untuk gencatan senjata tanpa syarat. Hamas dan Jihad Islam juga mengonfirmasi gencatan senjata dalam konflik Israel Palestina, yang berlaku mulai Jumat (21/5/2021) pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Mengkonfirmasi hal tersebut, telah menjadikan kelompok Hamas dan jihad Islam telah bisa dikatakan telah meraih kemenangan. Warga palestina di Gaza kemudian besorak ramai dijalan-jalan merayakan kemenangan Hamas dan kelompok Jihad Islam. 

Namun pada siang hari selepas sholat jumat bentrokan Kembali terjadi, diamana aparat Israel menyerbu kompleks masjid Al Aqsa. Karena itu pengumuman gencatan senjata hanya isapan jempol belaka, Yahudi selalu saja melakukan Tindakan-tindakan yang selalu menghianati setiap kesepakatan yang ada.

Kemenangan yang Hakikih

Bila kita mengatakan ini adalah pertempuran antara Palestina dan Israel, maka diksi ini tidak tepat untuk diungkapkan. Mengapa? Karena sejatinya pertempuran itu tidak dilakukan antara negara dengan negara, akan tetapi yang terjadi adalah melainkan antara kelompok masyarakat dengan negara.

Wilayah Palestina hanyalah Gaza itu sendiri, karena itu orang Palestina menyebutnya dengan Istilah “Kitto Gozza” (Serpihan kecil Gaza), tentu warganya lebih banyak dari mujahidnya, tetapi itu semua sudah dapat mengimbangi Israel sebagai sebuah negara, bahkan dapat memenangkan pertempuran.

Al I’lam Al Marqzi Palestina sebuah sumber berita terpercaya di Palestina mengeluarkan pernyataan bahwa mantan kepala badan intelijen Israel bernama Yuran Kohen telah mengatakan bahwa “sulit bagi Israel dikatakan telah memenangkan pertempuran, karena Hamas telah melakukan prestasi yang sangat besar dengan melancarkan roket-roketnya ke wilayah Israel dalam waktu yang sangat Panjang”.

Al-Kaatib wal Muhallil As-siyaasi fii falistiin (Penulis dan Pengamat Politik di Palestina) Dr. Ahmad Mahdi, beliau berkata :

المقاتلون الفلسطينيون نجحوا في تحقيق انتصار استراتيجي في معركة سيف القدس

“Para pejuang Palestina telah berhasil mencapai dan mewujudkan kemenangan strategi dalam pertempuran syaiful Quds”.

Disinilah kita bisa membayangkan betapa lemahnya negara Israel tak mampu mengimbagi Hamas dan kelompok Jihad Islam yang hanya entitas kecil dari warga Gaza dalam pertempuran itu. Israel menerima gencatan senjata tanpa syarat walaupun kemudian mereka Kembali melanggar perjanjian gencatan senjata tersebut.

Israel tidak akan pernah berhenti dari Agresinya sampai berhasil menguasai dan mencaplok seluruh Tanah di Palestina. Karena itu kemenangan hakikih nampaknya tidak akan dapat diraih oleh kaum Muslim yang ada dipalestina jika hanya mengandalkan kelompok Hamas dan kelompok jihad Islam semata.

Sementara kita terus melihat puluhan bahkan ratusan warga Gaza yang mati. Walaupun kita hanya dapat memberikan bantuan secara logistik, tetapi Agresi Israel terus terjadi. Oleh sebab itu persatuan ummat Islam menjadi sebuah keharusan ditengah badai yang terus menimpa Palestina.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran sebagai bagian dari sunnatullahnya

اِنْ يَّمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهٗ ۗوَتِلْكَ الْاَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِۚ وَلِيَعْلَمَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاۤءَ ۗوَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَۙ

Artinya: “Jika kamu (pada Perang Uhud) mendapat luka, maka mereka pun (pada Perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS.Ali Imran : 140)

Kemenangan yang sempurna bagi Bangsa Palestina dan Kaum Muslim secara menyeluruh hanya bisa diwujudkan jika kaum muslim Bersatu. 

Persatuan yang sejati itu hanya mungkin diwujudkan bila mereka Bersatu dalam sebuah negara, dan negara itulah yang telah diwariskan oleh Baginda Rasulullah dan para sahabatnya. Negara itu adalah Negara Khilafah, Pemimpinya adalah Khalifah.


Rasulullah SAW bersabda :

إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلَهُ مِنْ وَرَاعِهِ وَيُتَّقَى بِهِ.. (رواه المسلم)

“Sesungguhnya Imam (Khalifah) itu adalah benteng, dia dijadikan benteng dimana orang-orang berperang dibelakangnya dan digunakan sebagai tameng..”. (HR. Muslim)

Kemenangan yang hakikih akan diraih oleh Bangsa Palestina dan kaum Muslim. Tanah Palestina akan Kembali diserahkan kepada Khalifah. 

Karena tanah itu adalah Tanah Khorojiyah yang telah dibebaskan pada masa Kekhilafahan yang silam, maka kehormatan umat Islam akan Kembali jika mereka menegakkan Kembali Khilafah sebagai pemersatu dan pelaksana Syariah Islam bagi umat.

Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita umatnya :

لَا يَنْزِعُهُ عَنْكُمْ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُمْ

“Kehinaan itu tidak akan diangkat dari kalian, sampai kalian Kembali kepada agama kalian”. (HR. Muslim).

Wallahualam bissawab 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.