Header Ads


Tragedi Ledakan Pabrik Uranium Rusia

Ilustrasi pabrik uranium


IndonesiaNeo.com -- Sebagaimana diwartakan oleh katadata.com (16/07/2023), pabrik uranium di wilayah Ural, Rusia, meledak pada Jumat (14/7). Ledakan terjadi setelah tekanan di sebuah silinder heksafluorida milik Ural Electrochemical Combine yang berlokasi di Novouralsk menurun. Akibat ledakan ini, satu pekerja berusia 65 tahun tewas.

Heksafluorida adalah senyawa kimia yang digunakan dalam proses pengayaan uranium untuk memproduksi bahan bakar yang digunakan pada reaktor nuklir. Menurut UEC, senyawa ini digunakan di fasilitas miliknya untuk memurnikan nuklir. Senyawa ini bersifat sangat beracun, sangat reaktif dengan air dan bersifat korosif pada hampir semua logam.

UEC merupakan produsen bahan dasar nuklir di bawah Rosatom yang memproduksi nuklir untuk dimanfaatkan di pembangkit listrik tenaga nuklir. Induk perusahaan UCE, Rosatom, mengeluarkan pernyataan pers yang menyatakan tak ada unsur radioaktif yang perlu dikhawatirkan. "Kejadian ini bersifat lokal dan tidak ada risiko bagi mereka yang tinggal di dekat pabrik." 

Mereka menyebutkan senyawa kimia yang sudah dimurnikan tersebut tidak memiliki unsur radiokatif setinggi uranium alami. "Radiasi yang diukur setelah ledakan adalah 0,17 microsieverts, masih di ambang normal."

Menurut World Nuclear Association, radiasi yang terjadi secara alami memiliki ambang batas 0,17-0,39 microsieverts per jam. Fasilitas yang dimiliki oleh UCE itu disebut-sebut sebagai yang terbesar di Rusia. Fasilitas itu menyediakan 48% kebutuhan nuklir di Rusia.

Kecelakaan kerja di pabrik pengolahan bahan nuklir bukan yang pertama ini terjadi di Rusia. Pada 29 September 1957, terjadi ledakan di pabrik pengolahan nuklir di Kota Ozyorsk, Uni Soviet (sekarang Rusia), akibat kegagalan kerja sistem pendingin di tangki penyimpanan limbah. 

Insiden itu ditetapkan sebagai bencana tingkat 6 pada skala kejadian nuklir internasional dengan korban sebanyak 300 jiwa dan 22 desa terkena radiasi. Bencana nuklir yang dikenal dengan nama Bencana Kyshtym merupakan tragedi reaktor nuklir pertama yang menelan banyak korban. [IDN]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.