Header Ads


Bebaskan Palestina

Oleh: Abu Jihad FS 


INDONESIA sebagai negara Muslim terbesar di dunia mestinya mengambil peran dalam mengatasi persoalan Palestina. Mengirimkan tentara untuk membantu saudara muslim disana.

Ust Taslim, orator aksi Bela Palestina mengatakan, sayangnya hal tersebut tidak bisa dilakukan karena nasionalisme yang membatasi umat Islam.

Hal tersebut mestinya tidak terjadi. Apalagi dalam Al-Qur'an disebutkan, Sesungguhnya umat Muslim bersaudara. 

Namun kenyataannya, dalam praktek kehidupan bernegara Islam tidak diterapkan. Akibatnya seolah persoalan di Gaza adalah masalah Palestina, bukan persoalan muslim lainnya.

"Mestinya tentara digerakkan disana untuk membebaskan Palestina," ujarnya dalam aksi Bela Palestina di Baubau, Rabu (25/10) lalu.

Karenanya, muslim Palestina tidak bisa ditolong oleh saudaranya yang lain. Mereka diterkam oleh penjajah Yahudi dan Amerika Serikat. 

Idealnya, penjajah Yahudi harus angkat kaki dari Palestina. Mereka tidak layak berada disana.

Hari ini kita tidak merasakan panas yang seberapa. Kita meninggalkan pekerjaan yang besok akan dilakukan lagi.

"Kita hari ini hanya melakukan aksi sebentar, tapi saudara-saudara kita di Palestina mereka harus kehilangan nyawa," ujar Ibrahim dalam Aksi Bela Palestina. 

Menurutnya teriknya matahari yang dirasakan peserta Aksi Bela Palestina tersebut tidak seberapa dengan derita muslim Palestina. Apalagi deritanya dirasakan selama lebih 75 tahun. 

"Bebaskan Palestina," pekiknya.

Diungkapkan juga, dalam sejarah, Palestina dua kali dibebaskan. Pertama, masa Khalifah Umar bin Khattab, kedua Khalifah Solahuddin Al-Ayubi.

Aksi Bela Palestina merupakan bentuk pembelaan terhadap muslim di Palestina.

Ustaz Muksin mengatakan Palestina dibombardir penjajah Yahudi. Ribuan korban meninggal, umumnya warga sipil.

"Ini kejadian bukan yang pertama, kita ketahui bahwa sejak tahun 1948 dengan segala cara, dengan dukungan Barat disponsori Amerika, (penjajah Yahudi) terus menerus membombardir Gaza. Kita sebagai kaum muslim menyikapi hal tersebut melakukan solidaritas untuk menunjukkan keberpihakan kita pada saudara kita yang ada disana," paparnya.

Ia mengatakan, setiap Muslim hendaknya ambil bagian dalam persoalan Palestina. Apalagi disana terdapat Al-Quds yang merupakan kiblat pertama kaum muslim.

Secara historis, sekitar satu abad lamanya tidak ada persoalan yang terjadi di Palestina. Namun kini muncul masalah setelah penjajah Yahudi mencaplok tanah Palestina.

Hal tersebut terjadi setelah Islam tidak lagi berkuasa. Sejak runtuhnya Khilafah Islamiyah pada 1924, tanah Palestina dijajah Yahudi.

"Solusinya tidak lain dan tidak bukan adalah Jihad dan Khilafah. Kita tidak bisa berharap kepada PBB," tukasnya.

Berdasarkan data terkahir, lebih 5000 korban yang meninggal setelah penjajah Yahudi melakukan aksi militernya di Gaza.

Ustaz Saifullah menerangkan, dari data tersebut hampir separuh korbannya anak-anak. "Sebagi wujud kepedulian terhadap saudara-saudara kami, kami tidak rela saudara-saudara kami dibantai oleh Israel laknatullah alaih," ujarnya.

Ia tidak rela, saudara muslim di Gaza diperlakukan kejam. Kalaupun tidak bersaudara secara akidah, secara kemanusiaan kita tidak akan menerima aksi brutal penjajah Yahudi tersebut.

Bisa dibayangkan, setiap satu orang yang tewas dari 5000 lebih adalah seorang anak. Bisa jadi seorang ayah, ibu, kaka, atau adik. "Coba kita bayangkan kalau hal tersebut mengena kepada keluarga kita. Bagaimana kalau anak kita yang mati disana. Padahal anak kita, jangankan dikena bom, dikena panas matahari saja kita tidak akan rela," terangnya. 

Terlebih lagi, mereka yang menjadi korban disana yang sama agamanya dengan kita, Muslim. Hal tersebut dicerminkan dalam surat Al-Hujarat ayat 13.

"Sebagaimana kata Rasul, kal jasadu, seperti satu tubuh. Gigi kita saja yang sakit, seluruh badan merasakannya. Itulah sebabnya kami turun ke jalan sebagai pembelaan kami terhadap saudara kami," tukasnya.

Ia menyerukan penguasa muslim untuk mengirimkan tentara. "Kelak di akhirat nanti Allah akan meminta pertanggungjawaban terhadap kekuasaan yang anda pegang saat ini," sebutnya.

Saifullah menyebutkan, persoalan Palestina akan tutas dengan Jihad dan Khilafah.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.