Header Ads


Kriminalisasi Terhadap Khilafah dalam Konflik Palestina-Zionis Yahudi

Ilustrasi Muslimah dan Yerusalem


Indonesia Neo - MUSLIMAH - Wakil Sekretaris Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) Majelis Ulama Indonesia (MUI) M. Najih Arromadloni mengungkapkan bahwa konflik Palestina-Zionis Yahudi sering dimanfaatkan untuk mengedarkan narasi-narasi yang mendukung pentingnya sistem Khilafah dalam perjuangan Palestina. 

Menurutnya, hal ini terkait dengan politisasi oleh kelompok radikal dan isu penegakan Khilafah, yang justru membuat situasi semakin kontraproduktif. Mencampuri isu ini dapat mengalihkan perhatian dari esensi masalah yang seharusnya diatasi.

Aktivis muslimah, Wiwing Noeraini, sebagaimana dikutip dari Muslimah News (10/11/2023) menilai bahwa tudingan terhadap penegakan Khilafah dalam penyelesaian konflik Palestina-Zionis Yahudi merupakan tuduhan yang tidak adil. 

Baginya, ini merupakan upaya mengkriminalisasi Khilafah, yang sebenarnya adalah bagian integral dari ajaran Islam. Dia mengkritik pandangan bahwa isu Palestina hanya masalah kemanusiaan semata, sementara menurutnya, ini adalah persoalan terkait pendudukan dan penjajahan.

Wiwing menegaskan bahwa memandang masalah Palestina hanya sebagai urusan bangsa Palestina adalah suatu kesalahan besar. Menurutnya, Palestina adalah masalah umat Islam secara global, terkait dengan akidah dan syariat Islam. 

Dia menganggap tawaran Khilafah sebagai solusi yang sebenarnya, dan menilai bahwa pandangan sebaliknya merupakan pembajakan isu yang dapat mengalihkan fokus dari perjuangan sebenarnya, yaitu kemerdekaan Palestina.

Wiwing juga menyoroti upaya perdamaian selama puluhan tahun dan mengatakan bahwa satu-satunya kekuatan eksternal yang dapat memengaruhi Zionis Yahudi adalah Amerika Serikat. 

Namun, dia memperingatkan bahwa solusi Barat tidak akan membawa pembebasan yang sejati bagi Palestina. Menurutnya, hanya Khilafah Islamiah yang dapat menyatukan umat Islam dan membawa kekuatan militer yang diperlukan untuk melawan penjajahan Barat.

Akhirnya, Wiwing menegaskan bahwa tegaknya Khilafah adalah pasti, bahkan jika semua musuh Islam bersatu untuk menghalanginya. 

Dia mengajak untuk bergabung dalam perjuangan mendukung Khilafah dan menantang untuk memilih menjadi pejuang, penonton, atau penentang yang berakhir dengan kehinaan.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.