Header Ads


Tips Makan ala Rasulullah ﷺ: Sehat, Sederhana, dan Penuh Berkah

Ilustrasi makan a ala Rasulullah


IndonesiaNeo, TIPS - Di tengah maraknya tren diet modern dan gaya hidup serba instan, ajaran Rasulullah ﷺ tentang pola makan justru terasa semakin relevan. Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya membawa risalah keimanan, tetapi juga memberi teladan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam urusan makan dan minum. Pola makan ala Rasulullah ﷺ terbukti sederhana, menyehatkan, dan sarat dengan nilai spiritual.


Berikut beberapa tips makan ala Rasulullah ﷺ yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Makan dengan Niat Ibadah

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa setiap aktivitas seorang Muslim bisa bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah. Termasuk saat makan.

Dengan niat agar tubuh kuat untuk beribadah dan beramal saleh, makan tidak sekadar memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah. Inilah yang membedakan pola hidup seorang Muslim dengan sekadar gaya hidup sehat biasa.


2. Membaca Basmalah dan Doa

Salah satu adab makan yang sangat ditekankan Rasulullah ﷺ adalah membaca “Bismillah” sebelum makan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa menyebut nama Allah dapat mencegah setan ikut serta dalam makanan.

Selain itu, setelah selesai makan dianjurkan membaca doa sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Kebiasaan sederhana ini bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga melatih kesadaran dan rasa syukur.


3. Makan dengan Tangan Kanan dan Mengambil dari yang Terdekat

Rasulullah ﷺ selalu makan dengan tangan kanan dan mengambil makanan dari bagian yang terdekat. Adab ini mengajarkan kesopanan, keteraturan, serta penghormatan terhadap orang lain yang makan bersama.

Dalam konteks modern, adab ini juga relevan sebagai bentuk etika sosial saat makan bersama keluarga, teman, atau dalam acara resmi.


4. Tidak Berlebihan dalam Makan

Salah satu prinsip paling terkenal dari pola makan Rasulullah ﷺ adalah tidak berlebihan. Dalam hadis disebutkan bahwa:

“Tidak ada bejana yang lebih buruk yang dipenuhi oleh manusia selain perutnya.”

Rasulullah ﷺ mengajarkan proporsi ideal:

  • Sepertiga untuk makanan
  • Sepertiga untuk minuman
  • Sepertiga untuk udara

Prinsip ini sangat sejalan dengan ilmu kesehatan modern yang menekankan pentingnya porsi makan seimbang untuk mencegah berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan gangguan pencernaan.


5. Menghentikan Makan Sebelum Kenyang

Rasulullah ﷺ dikenal berhenti makan sebelum benar-benar kenyang. Kebiasaan ini membuat tubuh lebih ringan, tidak mudah mengantuk, dan lebih siap beraktivitas.

Dalam dunia kesehatan, kebiasaan ini dikenal sebagai mindful eating, yaitu makan dengan kesadaran penuh terhadap kebutuhan tubuh, bukan sekadar mengikuti nafsu.


6. Memilih Makanan yang Halal dan Thayyib

Rasulullah ﷺ sangat menekankan pentingnya makanan yang halal dan thayyib (baik dan menyehatkan). Halal tidak hanya dari segi hukum, tetapi juga dari cara memperolehnya, kebersihan, dan manfaatnya bagi tubuh.

Beliau menyukai makanan sederhana seperti:

  • Kurma
  • Gandum
  • Madu
  • Susu
  • Air putih

Makanan-makanan ini dikenal bernutrisi tinggi dan alami, jauh dari bahan berbahaya.


7. Tidak Mencela Makanan

Salah satu akhlak mulia Rasulullah ﷺ adalah tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk.

Sikap ini mengajarkan kita untuk menghargai nikmat Allah dan jerih payah orang yang menyiapkan makanan, sekaligus menjaga lisan dari ucapan yang tidak bermanfaat.


8. Makan Bersama dan Berbagi

Rasulullah ﷺ menganjurkan makan bersama karena di dalamnya terdapat keberkahan. Makan bersama keluarga atau sahabat tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga melatih kepedulian dan kebersamaan.

Beliau juga mencontohkan sikap gemar berbagi makanan, meskipun dalam keadaan sederhana. Nilai ini sangat penting di tengah budaya individualisme saat ini.


Penutup

Tips makan ala Rasulullah ﷺ bukan sekadar aturan, tetapi sebuah gaya hidup yang menyatukan aspek kesehatan, akhlak, dan spiritualitas. Pola makan ini mengajarkan kesederhanaan, pengendalian diri, rasa syukur, serta kepedulian terhadap sesama.

Dengan menerapkan sunnah Rasulullah ﷺ dalam urusan makan, kita tidak hanya menjaga kesehatan jasmani, tetapi juga menumbuhkan keberkahan dalam hidup. Di sinilah letak keindahan Islam: ajarannya selalu relevan, lintas zaman, dan penuh hikmah.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.