Header Ads


Harum Semerbak Wanginya Telah Tercium, Fajar itu Pasti Menyingsing


Oleh: Syahril Abu Khalid
(Pemerhati Kebijakan Publik)

Tanda-tanda hadirnya telah nampak, dia yang selama ini ditunggu-tunggu mulai terasa kehadirannya bahwa dia pasti akan segera datang. Sungguh harum semerbak wanginya telah tercium, sebagai bagian dari isyarat nubuat. 

Ketahuilah bahwa "wa'du minnallahi haqqun" (janji dari Allah itu adalah perkara yang pasti) sebagaimana matahari itu pasti terbit esok hari, maka kerinduan ini telah membuncah. Semoga Allah panjangkan umur ini untuk bisa melihatnya.

Itulah Sistem Khilafah Islam, kebanyakan manusia ragu bahkan mencemoohnya, namun keyakinan akan ikhtiar dari sebuah kaidah kausalitas merupakan sunnatullah yang mesti dilalui oleh setiap manusia dalam perkara kehidupan ini. Dengan begitulah kita akan menghargai setiap proses perjalanan dan perjuangan ini.

Betapa menakjubkannya hakekat dari apa yang tidak diketahui oleh manusia, karena sesungguhnya perkara Agama Allah itu bagaikan air yang mengalir, yang ia akan terus mengalir sebagai sumber kehidupan manusia. 

Ketika ada saja yang berupaya untuk menahan laju dari derasnya air yang terus mengalir itu, maka air itu selalu mencari jalannya. 

Bahkan jika pun mereka dengan berbagai cara menutup sumber mata air yang terus mengalir tersebut, maka justru air itu dengan cepatnya memercik berhamburan membasahi apa yang ada disekitarnya. 

Begitulah perumpamaan dari risalah Al-Haq (Dinul Islam) yang hakekatnya tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. 

Namun manusia banyak yang terkena percikan (hidayah) dari air yang terus mengalir itu, maka sekali lagi begitulah yang namanya kebenaran Islam. Sebuah kebenaran yang datang dari dzat yang maha benar, Dialah Allah Jalla wa'alaa. 

Risalah Islam yaitu syariah dan Khilafah tengah diperbincangkan oleh kebanyakan manusia hari ini. Terlepas mereka merindukannya atau takut akan kehadirannya.

Tetapi risalah kenabian akan hadirnya kembali Khilafah itu adalah perkara yang pasti. Siapapun yang menolaknya maka dia hakekatnya hanya akan mencela mentari yang pasti akan terbit esok hari. 

Sungguh kerinduan ini telah lama terpatri dalam sanubari. Berharap hari esok itu telah tiba sehingga sosoknya terlihat bagi siapa saja merindukannya. 

Kehadirannya akan menggemparkan dunia, menjadikan orang-orang kafir dan munafik semakin ketakutan. Sebagaimana kepergiannya telah menggemparkan dunia dan orang-orang yang beriman.

Seorang mukmin sejati yang berilmu pasti yakin akan setiap petuah dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam. Betapa banyak riwayat yang menjelaskan tanda-tanda akhir zaman. 

Tanda itu menandakan semakin dekatnya waktu kehadirannya. Fakta-fakta hari ini telah terlihat di depan mata, satu demi satu peristiwa-peristiwa itu terjadi sebagai bagian dari kejadian-kejadian yang muncul sebelum benar-benar Khilafah itu akan tegak kembali. 

Dalam beberapa hadis, ada satu isyarat bahwa di akhir zaman, umat Islam akan tertahan menunaikan haji. Akibatnya tempat suci umat Islam menjadi sepi.

Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda:

حُجُّوا قَبْلَ أَنْ لَا تَحُجُّوا» , قِيلَ: مَا شَأْنُ الْحَجِّ؟ , قَالَ: «تَقْعُدُ أَعْرَابُهَا عَلَى أَذْنَابِ أَوْدِيَتِهَا فَلَا يَصِلُ إِلَى الْحَجِّ أَحَدٌ

“Tunaikanlah haji sebelum kalian tidak bisa menunaikan haji” Dikatakan. Apa yang terjadi pada haji? orang-orang Arab badui tinggal di ujung-ujung lembahnya. lalu tidak ada seorang pun yang dapat menunaikan haji.” (HR. Daruquthni)

Dalam riwayat yang lain disebutkan..

اسْتَمْتِعُوا مِنْ هَذَا الْبَيْتِ؛ فَإِنَّهُ قَدْ هُدِمَ مَرَّتَيْنِ وَيُرْفَعُ فِي الثَّالِثِ
“Nikmatilah (menunaikan haji atau umrah) dalam Baitullah ini (Kakbah), sesungguhnya ia telah dihancurkan dua kali. Sedangkan ketiga kalinya akan diangkat.” (HR. Ibnu Huzaimah) Hadits ini sanadnya shahih.

Zainuddin Al-Manawi dalam buku “At-Taisiir Bisyarhi al-Jaami’ (I/150) Ash-Shagir” memberikan keterangan bahwa yang dimaksud dengan dihancurkan dua kali adalah ketika pertama kali dibangun lagi oleh Ibrahim dan yang kedua ketika direnovasi oleh orang Qurays ketika Nabi berusia 35 tahun.

Riwayat-riwayat di atas menunjukkan bahwa suatu ketika nanti akan ada tahun-tahun dimana umat Islam akan terhalang untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Ini adalah diantara nash yang menjelaskan fakta-fakta yang suatu ketika nanti akan terjadi demikian. 

Gholabatu dzon (dugaan terkuat) kami, peristiwa dilarangnya atau dikosongkannya tempat suci Kakbah bagi umat Islam hari ini karena wabah Covid-19 menjadi salah satu indikasi yang menjelaskan tentang Nash dan realitas yang terjadi saat ini.

Kemudian fakta peristiwa berikutnya adalah disebutkan dalam riwayat hadits tentang peristiwa peperangan ummat Islam dengan hind (yakni orang India) sebagaimana sabda Nabi SAW: 

قال أبو هريرة ر. أ.: قال رسول الله ، عندما ذكر عن الهند ، ثم قال: "جيش واحد منك (المسلمين) سوف يقاتل الهند والله سيعطيهم النصر ، حتى يجلبون ملوكهم بالسلاسل ، و سوف يغفر الله خطاياهم. ثم سيعودون وعندما يعودون سيجدون عيسى بوترا مريم في الشام (سوريا) ". ثم قال أبو هريرة رضي الله عنه: "إذا كنت ما زلت على قيد الحياة لأراها ، سأبيع كل ممتلكاتي وأذهب إلى الحرب. عندها سيعطينا الله النصر وسنعود وسأكون أبو هريرة المحرار. وعندما نعود إلى سوريا سنجد يسوع ابن مريم ، وسأقترب منه وأخبره أنني قد رافقك يا رسول الله ". ثم ابتسم رسول الله صلى الله عليه وسلم وقال: "ربما لا ، ربما لا". 

Abu Hurairah RA yang berkata: Rasulullah SAW bersabda, ketika beliau menyebutkan tentang India, lalu beliau berkata: “Satu pasukan dari kalian (Umat Muslim) akan memerangi India dan Allah akan memberikan mereka kemenangan, hingga mereka membawa raja-raja mereka dengan rantai, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Lalu mereka akan kembali dan ketika mereka kembali mereka akan mendapati Isa Putra Maryam di as-Syam (Suriah).” Abu Hurairah RA lalu berkata: “Jika aku masih hidup untuk melihatnya maka aku akan menjual seluruh hartaku dan mengikuti perang itu. Maka Allah akan memberikan kami kemenangan dan kami akan kembali dan aku akan menjadi Abu Hurairah al-Muharrar (Yang Terbebas dari Neraka). Dan saat kami kembali ke Suriah kami akan mendapati Isa Putra Maryam maka aku akan mendekatinya dan memberitahunya bahwa aku pernah menemanimu, Ya Rasulullah.” Rasulullah SAW kemudian tersenyum dan berkata: “Kemungkinan tidak, kemungkinan tidak.”  

Dari Abu Na’im bin Hammad dalam Kitab al-Fitan (hal. 409). Pada isnadnya satu perawi tidak jelas riwayatnya dari Abu Hurairah dan termasuk Baqiyah bin al-Walid yang Mudallis dan meriwayatkan dengan ‘an (dari).

Ghazwa Hind akan menjadi bagian dari Perang Dunia 3. Ini adalah Perang Terdahsyat Sepanjang Sejarah Umat Manusia yang dikenal sebagai Malhamah Kubra di dalam Hadits. 

Perang ini akan ditimpakan atas Pakistan secara sepihak meskipun sejatinya Pakistan tidak menghendaki perang. Kuasa-kuasa jahat akan menyerang umat muslim dan umat muslim akan berjuang untuk mempertahankan diri serta menyelamatkan Islam.

Peristiwa dalam riwayat hadits ini telah menunjukkan dengan jelas bahwa secara gholibnya fakta empiris tentang pembantaian Muslim yang ada di India hari ini. 

Walaupun memang kita tidak bisa memastikan secara valid seratus persen tentang fakta hari ini. Namun dengan riwayat-riwayat di atas cukuplah menjadi bukti bahwa kekuatan umat Islam pasti akan kembali bersatu. Dan persatuan itulah yang dirindukan oleh umat Islam. 

Persatuan umat Islam sejatinya akan terwujud ketika mereka memilik pemimpin yang satu yang bernama Khalifah. Khalifah inilah yang akan menjadi perisai bagi umat Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah:

إنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ، فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدَلَ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ، وَإِنْ يَأْمُرْ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ

“Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu (laksana) perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)nya. Jika seorang imam (Khalifah) memerintahkan supaya takwa kepada Allah ’azza wajalla dan berlaku adil, maka dia (khalifah) mendapatkan pahala karenanya, dan jika dia memerintahkan selain itu, maka ia akan mendapatkan siksa.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad).

Walhasil, Khilafah adalah sebuah keniscayaan. Perkaranya adalah hanya menunggu waktu, dan waktu itu semakin dekat. Begitulah Allah SWT memberikan perumpamaan tentang Janji-Nya dengan firman-Nya :

....أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

"...Bukankah waktu subuh itu telah dekat?". (QS. Hud: 81).

Semoga Allah memuliakan kita dengan agama ini, dengan ketaatan kita secara totalitas dan keyakinan kita akan janji dari Allah SWT dan perjuangan antum diajalan Allah SWT.

Wallahualam bissawab.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.