Header Ads


Ke Sana Perubahan Kita! (Bagian 2/habis)


Oleh: Sunarwan Asuhadi
(Ketua MASIKA ICMI ORDA Wakatobi)

Menakutkan! Pandemi Covid-19 telah memicu ketegangan antar negara penguasa senjata nuklir di dunia. Amerika Serikat mengancam meledakan nuklir bila Covid-19 menyeret dunia ke ajang konflik.

Rusia pun menyatakan hal yang sama.

Rusia melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negerinya, Maria Zakharova melontarkan respon keras. Sebelumnya Jenderal Timothy Ray mengeluarkan pernyataan kontroversial.

Jenderal Timothy Ray adalah Panglima Komando Serangan Global Angkatan Udara Amerika Serikat (USAFGSC).

USAFGSC telah melengkapi kapal selam Angkatan Laut AS dengan rudal balistik hulu ledak nuklir berkekuatan rendah atau yang dikenal dengan W76-2.

Rusia yang juga memilki rudal balistik nuklir, balas mengancam bakal meledakkan AS dengan senjata nuklirnya (www.suarakarya.id, 01/05/2020).

Sementara itu, Cina telah mempersiapkan diri, untuk menghadapi jika terjadi konfrontasi senjata melawan Amerika Serikat sebagai akhir dari kisah pandemi Covid-19 (www.viva.co.id, 05/05/2020).

Perang urat syaraf yang dimulai AS tersebut, menanggapi respon dunia internasional yang mempersepsikan militer AS sedang bermasalah, akibat Covid-19.

Adalah Kapten Brett Crozier, komandan kapal induk tenaga nuklir Theodore Roosevelt telah menyebarluaskan memo internal ke media, terkait situasi di atas kapal induk karena serangan Covid-19.

Memo tersebut berujung pada pemecatan Crozier (www.cnnindonesia.com, 03/04/2020).

Kondisi ini menggambarkan, betapa dunia saat ini menjadi sangat sensitif. Negara-negara superpower bahkan tidak menegosiasikan kesembuhan bersama dari Covid-19. Malah mereka mentransaksikan opini kekuatan militer masing-masing.

Dunia seakan kehilangan narasi kedamaian menyusul serangan Covid-19 ini.

Kalaupun saat ini dunia telah homogen sebagai negara kapitalisme, tetapi Rusia dan Cina masih memendam post-power syndrome. Apatah lagi ditunjang oleh instrumen militer yang terhitung kuat dan masih aktif.

Tetapi ini hakekatnya adalah persaingan sesama negara raksasa kapitalisme, antara Kapitalisme Barat dan Kapitalisme Timur.

Sosialisme-komunisme sebagai ideologi telah terkapar. Bukan karena kehilangan para ideolog-nya, tetapi telah kehilangan bahan baku konsep dan kebangkitan ala Marxian-nya.

Realitas sejarah menunjukkan bahwa Uni Sovyet (pada zamannya) adalah negara yang paling Marxis. Namun realitas sejarah juga menunjukkan bahwa Uni Sovyet pula menjadi negara yang hancur, luluh lantak, terpecah-pecah dan tenggelam masuk dalam panggung sejarah.

Ideologi Marx –sebutan lain untuk komunisme dan sosialisme—tak memenuhi syarat untuk menjadi otoritas dunia.  Sejarah mencatat tahun 1991 Uni Sovyet bubar, menyisakan Rusia sebagai warisannya, dengan berciri kapitalisme.

Kenapa demikian?

Pertama, ekonomi sosialisme tidak sesuai dengan fitrah manusia. Sosialisme menghapus fitrah kepemilikan, padahal kepemilikan adalah fitrah mendasar manusia.

Kedua ekonomi sosialisme tidak sukses mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Negara mengambil alih produktivitas warga, menyebabkan turunnya etos kerja warga. Akhirnya pertumbuhan ekonomi negara melambat, bahkan mengalami stagnasi yang sangat serius.

Ketiga, ekonomi sosialisme menghasilkan kelas baru yang lebih buruk (kelas pemerintah). Padahal ide awalnya untuk penghapusan kelas.

Pada saat ekonomi sosialisme jatuh, sistem ekonomi kapitalisme masih bertahan hingga kini.

Menurut Dwi Condro, sebabnya adalah: pertama, ekonomi kapitalisme senantiasa memperbaiki kelemahan yang dimilikinya.

Atas jasa kritikan Karl Marx, beberapa langkah perbaikan dapat dilakukan oleh sistem ekonomi kapitalisme sehingga mencapai kemapanan (neokapitalisme).

Kedua, ekonomi kapitalisme sangat sukses dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi kapitalisme dikenal memiliki dua mesin penyedot uang yang sangat diandalkan untuk memompa pertumbuhan ekonominya, yakni lembaga perbankan dan pasar modal.

Ketiga, ekonomi kapitalisme mampu “menutupi” kegagalannya dalam mewujudkan pemerataan ekonomi. Lahirnya neokapitalisme telah mampu menjawab kritikan terhadap kegagalan kapitalisme dalam mewujudkan pemerataan ekonomi.

Keempat, ekonomi kapitalisme masih menjadi pemain tunggal yang belum memiliki alternatif pengganti.

Saat ini, keempat alasan di atas bagi para ideolog Islam, hampir tak lagi relevan.

Kapitalisme nampaknya sudah kehabisan “akal” untuk memperbaiki kelemahannya. Pertumbuhan ekonomi AS mengalami pasang surut yang mengkhawatirkan.

Ekonomi Amerika Serikat (AS) tumbuh pada tingkat moderat 2,1% dalam tiga bulan terakhir tahun 2019. Karena pertumbuhan melambat secara signifikan akibat melemahnya ekonomi global dan ketidakpastian akibat sengketa perdagangan (https://economy.okezone.com, 31/01/2020).

Bahkan menurut skenario base case, Morgan Stanley memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2020, terkontraksi pada level -0,3% yoy pada kuartal pertama dan -0,6% yoy pada kuartal kedua ini (https://nasional.kontan.co.id, 19/03/2020).

Sementara itu, ideologi kapitalisme tengah mendapatkan kompetitor tangguh. Ideologi Islam telah diusung secara global dan mengalami penguatan dari waktu ke waktu, seiring melemahnya kapitalisme.

Tersisa kekuatan militer yang masih diyakini akan mempertahankan kapitalisme. Tetapi bila mana pandemi Covid-19 tak bisa dikendalikan laju daya rusaknya, maka akan mendorong kapitalisme ke tepi jurang sejarah.

Belum lagi kalau peperangan fisik antar negara super power meletus, maka riwayat akhir kapitalisme bisa jadi akan mengalami percepatan.

Kondisi demikian, mengingatkan kita akan peperangan antara Super Power: Persia dan Romawi menjelang bangkitnya Islam. Allah SWT mengabadikannya dalam QS. Ar-Rum [30]: 2-4:

“Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.”

Ayat ini merupakan salah satu mukjizat Alquran. Alquran tidak memprediksi, tetapi menegaskan kejadian yang sebenarnya, dan waktulah yang membuktikannya.

Mukjizat serupa, yang mengabarkan tentang kondisi masa depan dunia, dapat ditemukan juga dalam hadis, selain dalam Alquran.

Inilah yang disebut dengan bisyarah (kabar gembira), sebagai bagian dari mukjizat Nabi Muhammad SAW. Satu per satu sudah terjadi: kemenangan Romawi atas Persia telah terjadi, penguasaan Konstantinopel sudah terjadi, dlsb.

Dalam banyak hadits yang bertema masa depan, Rasulullah SAW telah menggambarkan kondisi umat Islam nantinya. Di antara hadits-hadits tersebut, di antaranya: pertama, riwayat Imam Muslim, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dari Tsauban r.a Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku lalu aku melihat timur dan baratnya dan sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai yang dihimpunkan untukku…” (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi).

Kedua, dari Abdullah bin ‘Amru, beliau berkata: Suatu ketika kami berada bersama Rasulullah SAW sedang menulis, yaitu di saat beliau ditanya tentang dua kota, manakah yang lebih dahulu dibuka; Konstantinopel atau Rum? Maka Rasulullah SAW pun menjawab:

"Kota yang lebih dahulu dibuka adalah kota Hiroclus (Konstantinopel)"

Ketiga, dari Abdullah bin Bisyr Al Khats’amy dari bapaknya bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda:

“Sungguh Konstantinopel akan ditaklukkan, maka sebaik–baik amir adalah amirnya dan sebaik–baik pasukan adalah pasukan tersebut (yang menaklukkannya) (Al Haitsami, Ghayatul Maqshud fi Zawâidil Musnad, 2/174, juga dikeluarkan Ahmad, 4/335, juga Ibnu Abi Syaibah, AL Bazzar dan Thabrani, perowinya tsiqat).

Keempat, dari Tamim Ad-Dari ia berkata; saya mendengar Rasulullah SAW, bersabda:

"Agama Islam ini akan menjangkau semua lokasi yang terjangkau oleh siang dan malam, dan tidaklah Allah membiarkan satu rumah pun di kota maupun dosa atau pelosok, kecuali Allah memasukkan agama ini dengan kemuliaan yang menjadikan mulia atau dengan kehinaan yang menjadikan hina. Dengan kemuliaan Allah memuliakan Islam dan dengan kehinaan Allah menghinakan kekufuran." Tamim Ad-Dari berkata: "Saya telah mengetahui itu telah terjadi pada keluargaku, orang yang telah masuk Islam mendapatkan kebaikan dan kemuliaan, sedang orang yang kafir telah mendapatkan kehinaan, kerendahan dan membayar jizyah."

Kelima, hadits–hadits di atas dan banyak hadits yang lain memberi kabar gembira bahwa kekuasaan Islam dengan izin Allah akan tegak kembali. Tertaklukkannya Konstantinopel terjadi lebih dari 800 tahun setelah masa Rasul, ditaklukkan dengan upaya cerdas, ikhlas dan bersungguh–sungguh oleh Sultan Muhammad Al Fâtih pada masa kekhilafahan Turki Utsmani.

Adapun Roma, sampai sekarang belum tertaklukkan, maka tidak diragukan lagi bahwa kemenangan kedua mendorong adanya kebutuhan terhadap kekuasaan Islam yang tangguh. Hal inilah yang telah diberitakan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:

“… Kemudian akan ada Khilafah yang sesuai dengan tuntunan kenabian, kemudian beliau diam. (HR Ahmad, haditst itu juga dirwayatkan oleh Al-Hafidzh Al-Iraqi di dalam Mahajjatul-Ghurab ila Mahabbatil-Arab (II/17). Selanjutnya Al-Hafidz mengatakan, "Status hadits ini shahih”).

Andaipun janji-janji Allah SWT dan Rasul-Nya tersebut, tak tunai dalam umur kita, maka Insya Allah, anak cucu kita yang akan menyaksikannya.

Tetapi yang pasti, apapun kejadian kekuasaan yang kita saksikan dalam usia kita yang sangat pendek ini, yang pasti kita akan menghadap Allah SWT.

Akan ke sanalah perubahan kita. Kita datang dari Allah SWT dan kembali kepada Allah SWT. Di hadapan Allah SWT akan terang benderang kedudukan kita: sebagai pahlawan atau sebagai pecundang agama Allah SWT.

Sekali lagi: ke sanalah perubahan kita! Wallahualam bissawab.(*)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.