Header Ads


Reinterpretasi Kisah 'Tanah yang dijanjikan': Perspektif Sejarah

Ilustrasi Kota Al-Quds, Yerusalem


Indonesia Neo - TARIKH - Pakar filolog dan sejarawan, Salman Iskandar, menjelaskan bahwa janji Allah kepada Nabi Musa dan Bani Israil tentang "tanah yang dijanjikan" telah batal karena kedurhakaan Bani Israil. 

Penjelasan ini disampaikannya dalam acara "Bincang Hangat: Kupas Tuntas Krisis Palestina" di kanal UIY Official pada tanggal 12 November 2023. 

Salman Iskandar menyebutkan bahwa tindakan durhaka Bani Israil, seperti pembuatan patung sapi betina saat Nabi Musa naik ke Gunung Sinai, menyebabkan "tanah yang dijanjikan" itu batal dengan sendirinya.

Salman Iskandar menekankan bahwa Nabi Musa tidak dapat memasuki "tanah terjanji" tersebut karena perbuatan durhaka Bani Israil. 

Setelah kepemimpinan Nabi Musa, Nabi Harun melanjutkan, dan kemudian Nabi Yusya' memilih Raja Talut untuk memimpin. 

Meskipun Raja Talut memberikan izin kepada Bani Israil untuk memasuki Baitulmaqdis dan melawan Jalut, mereka dikalahkan hingga munculnya Nabi Daud yang berhasil mengalahkan Raja Jalut.

Namun, setelah wafatnya Nabi Sulaiman, Bani Israil kembali durhaka. Kerajaan Nabi Sulaiman pecah menjadi dua, dan ajaran Taurat dan Zabur disesatkan menjadi Talmud, menjadi agama Yahudi. 

Orang-orang Yahudi juga menolak para nabi yang diutus, bahkan melakukan pembunuhan terhadap beberapa di antaranya.

Salman Iskandar juga mengomentari serangan Brigade Al-Qassam, sayap militer H4m4s, pada 7 Oktober. 

Menurutnya, serangan ini sebagai tanggapan terhadap kerusakan dan penajisan Masjidilaqsa oleh orang-orang Yahudi sejak 13 hari sebelumnya. 

Orang-orang Yahudi menutup akses ke Masjidilaqsa, dan tentara Zionis membuka gerbang-gerbangnya untuk umat Yahudi. 

Mereka bahkan merencanakan perayaan untuk merayakan pengambilalihan Masjidilaqsa. Selama 13 hari, Masjidilaqsa dilarang diakses oleh umat muslim.

Kaum Zionis menyatakan bahwa empat bulan setelah pengambilalihan ini, Haikal Sulaiman, Temple of Solomon, akan berdiri. 

Pejuang H4mas kemudian merespons dengan serangan Badai Al-Aqsa untuk membersihkan dan menanggapi tindakan sewenang-wenang Zionis yang mencemarkan kesucian Al-Aqsa. 

Yahudi bahkan merencanakan perayaan pada 8 Oktober terkait upaya meruntuhkan Al-Aqsa dan membangun The Temple of Solomon yang ketiga.[]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.