Header Ads


Mati Karena Cinta



Indonesia Neo, TELADAN -  Berikut ini adalah tulisan dari Saudara Zayyan Abdurrahman, Founder Komunitas Generasi Literasi yang menyoal tentang aspek nafsiyah: Mati Karena Cinta. Ditulis dalam format persuasif. Sebagai anak muda, menarik untuk diselami perspektifnya.    

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Semoga yang menjawab salam di mudahkan segala urusan kita semua.

 بسم الله الرحمن الرحيم. الحمدلله رب العلمين.

Ku awali tulisan ini dengan ucapan "Alhamdulillah" dalam arti mengharap kebaikan dan tafa'ulan sebagai mana dikutip dari hadis Nabi Muhammad SAW Dari Abu Hurairah beliau bersabda :

كل أمر ذى بال لا يبدأ فيه بالحمد لله أقطع

"Setiap perbuatan yang dianggap baik tetapi  dalam perbuatan itu tidak diawali dengan alhamdulillah, maka terputus".


Intro

Dia yang kau cintai sepenuh hati, belum tentu akan mengucap akad atas namamu. Sebaliknya, bisa jadi seseorang yang tak pernah kau sangka hadir di hidupmu, justru dia yang akan menjabat tangan ayahmu dan menjadi imammu. 

Waduhh, kita sekarang bahasa cinta nih. Membahas cinta itu menimbulkan emosi yang,wahhh ngak bisa di ceritakan tinggal diraskan aja. Karena hal tersebut  terjadi pada setiap manusia. 

Ada banyak yang berusaha menjelaskan cinta, makna cinta, tujuan cinta. Yaa, banyaklah prefektif tentang cinta. Yang pada akhirnya cinta juga memiliki setidaknya 2 resiko, pertama bisa membuat mu bahagia terseyum tampa tahu sebabnya, kedua bisa menghadirkan luka yang tidak berdarah, yang mungkin bisa membuat kita trauma dengan cinta

Cinta itu Membuat kita rela melakukan apapun untuk sesuatu yang kita anggap spesial, rela mengorbankan segalanya untuk perasaan yang kita miliki. Kita akan Lebih Mengutamakan sesuatu yang kita cintai dari pada diri kita sendiri. Setidaknya ini yang bisa kita simpulkan tentang cinta. Itu kita bisa katakan sebagai "ujian cinta".

Oh iya, mengenai tentang ujian, tuhan menguji kita.yang harus kita lakukan adalah bersabar atas ujian itu. Sampai kapan? Yaa, ngak ada batas waktu untuk kesabaran. Kita hancur karena sabar dalam ujian itu, bukanlah sebuah masalah besar.

Bahkan kalaupun kita akan mati dengan kesabaran itu, kesabaran yang muncul dari kesadaran akan kecintaan kepada Allah maka matipun tak apa-apa demi Allah.

Sumayyah ditimbun dengan pasir yang panas, kemudian dicambuk secara bengis dengan sepenuh kekuatan, tetapi yang keluar dari mulutnya hanya perkataan ‘Ahad, Ahad’, seperti halnya yang dilakukan oleh Bilal.

Keteguhan iman dan kesabaran yang telah merasuk ke dalam jiwa, tidak menjadikan Sumayyah goyah, bahkan kata-kata tauhid itu terus keluar dari mulutnya. Ia menjadi manusia pertama yang syahid di jalan Islam. 


Mati karena Cinta

Syekh Aidh Al-Qarni dalam kitabnya berjudul La Tahzan menjelaskan, ketika seorang hamba diliputi rasa takut, kecemasan, dan musibah, maka sudah sepatunya bagi dia melaksanakan sholat dan kembali mengingat Allah SWT. 

Ini karena hanya Allah yang dapat memberikan pertolongan dari segala penjuru. Allah SWT berfirman dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 45: 

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ 

Syekh Aidh Al-Qarni menjelaskan,sholat mampu meniupkan ketulusan iman dan kejernihannya ke dalam relung hati. Sehingga hati manusia pun selalu ridha dengan apa saja yang ditentukan Allah. 

Syekh Aidh menjelaskan, jika seseorang yang ditimpa musibah tidak melakukan sabar, berdoa, dan mendirikan sholat, maka air mata kesedihannya dalam menerima musibah pada akhirnya akan membakar kelopak matanya sendiri. Air mata itulah yang akan menghancurkan urat-urat syarafnya sehingga tidak memiliki ketenangan hati dalam menghadapi musibah.   

Minta pertolongan kepada Allah pertama dengan kesabaran kemudian sholat. Maknanya kita harus bangkit yakni sabar atas ujian, ridho akan ketetapan Allah. Maka pertolongan Allah akan datang. 


Jakarta, Ahad 17-12-2023

 - Zayyan Abdurrahman -

Founder Komunitas Generasi Literasi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.