Sampah Masih Jadi Polemik Berkepanjangan
Oleh: Rasyidah*)
IndonesiaNeo, OPINI - Persoalan sampah ini sudah terjadi sejak lama, meskipun silih bergantinya pemimpin belum ada solusi tuntas untuk menyelesaikan problem sampah tersebut. Sehingga, persoalan sampah masih menjadi polemik yang berkepanjangan. Hampir di setiap titik kota bau-bau terdapat tumpukan sampah
Dilansir panduanrakyat.com (7/1/2026) terlihat sejumlah sampah menumpuk dibeberapa titik pembuangan yang tersebar di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra). Usut punya usut, rupanya sudah tiga hari tenaga kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Baubau tidak beroperasi lantaran disebabkan belum adanya anggaran solar untuk mobil pengangkut sampah yang biasanya beroperasi setiap hari.
Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau, Amirudin menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas terhentinya pengangkutan sampah selama tiga hari terakhir. Amirudin membeberkan keterlambatan anggaran di awal tahun menjadi penyebab utama permasalahan tersebut (rri.co.id 7/1/2026).
Persoalan sampah adalah persoalan yang pelik dihadapi oleh negara yang berpenduduk padat serta industrialisasi yang tinggi dan kebutuhan konsumtif masyarakat yang makin meningkat yang pada akhirnya dapat memproduksi sampah menjadi melonjak.
Bertolak dari keterlambatan anggaran pada sektor kebersihan yakni dari kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa para pejabat tidak serius untuk menjaga lingkungannya. Bagaimana tidak untuk anggaran kebersihan lingkungan pun masih jauh minim untuk alokasi dananya dan parahnya masih mengalami keterlambatan. Sementara di sisi lain sarana prasarana yang kadang tidak memberikan manfaat kepada masyarakat justru pemerintah dengan loyal memberikan dana yang fantastik.
Dapat dilihat bahwa dengan pemerintahan demokrasi hari ini, alih-alih pemerintah membantu masyarakat dan memberikan pelayanan terbaik. Namun, nyatanya para pejabat terlalu sibuk dengan melakukan pembangunan pembangunan seperti pembuatan patung, sehingga lalai akan kewajibannya untuk meriayah umat serta kurangnya penyuluhan bahkan sosialisasi berkenaan dengan sampah pun tidak kontinu dan tak menyeluruh.
Selain itu masih banyak dari masyarakat yang minim akan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Ditambah lagi di pinggir-pinggir jalan trotoar terkadang tidak terlihat bak sampah sehingga masyarakat mudah membuang sampah sembarangan. Pada akhirnya ketika musim penghujan tiba tentu ini akan menimbulkan masalah baru. Apabila Sungai sudah dipenuhi dengan sampah akan menyumbat air dan mengakibatkan banjir.
Alhasil persoalan sampah sampai hari ini tidak dapat dan tidak pernah terselesaikan jika negeri ini masih terus mengadopsi sistem kapitalisme sekularisme. Karena pada dasarnya sistem ini mengarahkan manusianya untuk mengatur kehidupan bukan sesuai dengan aturan yang benar yang datang dari Allah SWT. Di dalam sistem ini mengarahkan orang-orang hanya punya pemikiran untuk bisa mendapatkan kedudukan dan keuntungan semata. Adapun perihal kemaslahatan ataupun kesejahteraan untuk rakyat menjadi nomor terakhir untuk disoroti.
Diterapkannya sistem sekulerisme kapitalisme yang dianut oleh negeri ini adalah sistem yang salah. Aturannya dibuat oleh manusia atas nama kepentingan pribadi dan golongan maka jika ada kebijakan yang menguntungkan bergerak cepat, itulah watak sifat sistem ekonomi kapitalisme. Dalam sistem sekularisme mengurusi sampah tidak begitu penting ketimbang pembangunan infrastruktur yang mendatangkan untuk banyak sehingga pengadaan lahan jalan tol lebih utamakan, membangun patung lebih dihargai, ketimbang pengadaan lahan ataupun subsidi bahan bakar untuk pengangkutan mobil sampah pun diabaikan.
Maka terlihat jelas dan konkret bahwa sistem demokrasi kapitalisme sekulerisme yang diterapkan hari ini tidak memiliki keadilan serta keharmonisan antara pemerintah dan juga rakyat. Dalam sistem ini negara abay terhadap kewajiban serta tanggung jawabnya untuk meraih umat sehingga masyarakat pun menjadi tidak peduli dengan kondisi yang ada di sekitar maka yang terjadi justru saling menyalahkan.
Ketika melihat kebijakan dari pemerintah hari ini seluruh kebijakan yang dilakukan itu kebijakan sepihak semata. Kebijakan itu hanya berpihak kepada korporasi saja, satu sisi yang dirugikan dan disalahkan adalah rakyat. Dapat dilihat ternyata sikap pemerintah selama ini hanya bersandiwara ingin terlihat peduli dalam mensejahterakan rakyat namun realitasnya mencekik rakyat.
Selama sistem sekularisme kapitalisme bercokol di negeri ini maka persoalan seluruh kehidupan tak dapat diselesaikan secara tuntas. Maka sudah saatnya beralih kepada sistem yang benar dan memberikan solusi yang Hakiki yakni kembali kepada sistem Islam di bawah Daulah Islam Khilafah Islamiyah.
Di dalam Islam, Khilafah memahami bahwa kebersihan adalah bagian daripada iman, maka siapa saja yang memiliki keimanan tentunya akan senantiasa menjaga kebersihan, baik kebersihan diri maupun kebersihan lingkungan sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu salam selalu menjaga kebersihan. Maka Sudah Selayaknya pemimpin memberikan contoh terbaik kepada masyarakat melalui riayah dasar yakni menanamkan rasa kesadaran kepada masyarakat akan Pentingnya menjaga kebersihan sebagaimana yang telah menjadi kebiasaannya Rasulullah.
Islam pun mewajibkan agar manusia senantiasa menjaga lingkungan dan tidak merusaknya sebagaimana firman Allah SWT dalam quran surah al-a'raf ayat 56 "dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik. berdoalah kepadanya dengan rasa takut dan penuh harap. sesungguhnya rahmat allah sangat dekat kepada orang-orang yang beriman".
Dari ayat tersebut sangat tegas Islam dalam hal kebersihan serta penjagaan lingkungan hidup. khalifah sebagai pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar dan kewajiban yang penuh dalam membangun sistem pengolahan sampah secara efektif dan efisien agar tidak menyebarkan polusi di masyarakat dan tidak menyebabkan terjadinya masalah selanjutnya. Di sisi lain negara wajib memahamkan kepada rakyat secara keseluruhan untuk memberikan kesadaran akan keimanannya menuntut untuk tidak merusak alam yang telah Allah ciptakan. Negara pun juga dengan memberikan ketegasan akan menghukum orang-orang yang membuat kerusakan sehingga mereka akan mendapatkan efek Jera untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Khalifah pun akan senantiasa memberikan penyuluhan terkait pemilahan sampah organik anorganik ataupun residu sehingga masyarakat paham tentang Jenis sampah mana yang bisa didaur ulang sehingga bisa dimanfaatkan kembali.
Saatnya kita sadar bahwa dengan mengambil islam idealitas dan realitas dalam mengatur kehidupan yang memberikan kehidupan menjadi lebih aman tentram dan mensejahterakan. Wallahualam bissawab.[]
*) Pegiat Literasi


Post a Comment