Zelensky Beri Sinyal Keras ke AS Tangkap Putin
IndonesiaNeo, INTERNASIONAL - Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat memicu gelombang reaksi global. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Dunia internasional dibuat terkejut. Banyak pemimpin negara angkat bicara. Salah satu yang paling vokal adalah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Zelensky menilai langkah Amerika Serikat sebagai pesan politik yang sangat jelas. Pesan itu dinilai ditujukan kepada para pemimpin otoriter dunia. Ia menyebut penangkapan Maduro sebagai bukti bahwa kekuasaan tidak lagi menjadi tameng. Tidak ada diktator yang benar-benar kebal hukum.
Dalam pernyataannya, Zelensky memberikan isyarat keras kepada Washington. Ia mendorong agar langkah tegas itu tidak berhenti di Venezuela. Ia menilai Presiden Rusia Vladimir Putin berada dalam kategori yang sama. Sama-sama otoriter. Sama-sama dianggap mengancam stabilitas global.
Zelensky menegaskan bahwa penangkapan Maduro merupakan titik balik geopolitik dunia. Dunia, menurutnya, telah menyaksikan keadilan bisa ditegakkan. Bukan hanya wacana. Tetapi tindakan nyata. Ia melihat momentum ini sebagai peluang besar.
Ia mendesak Amerika Serikat dan sekutu Barat untuk mengalihkan fokus. Fokus utama, katanya, adalah mengakhiri kekuasaan Putin. Terutama karena invasi Rusia ke Ukraina yang berlangsung sejak 2022. Invasi itu dinilai sebagai bentuk agresi terbuka terhadap tatanan internasional.
“Dunia telah melihat bahwa keadilan bisa ditegakkan. Setelah penangkapan Maduro, kini saatnya komunitas internasional, yang dipimpin Amerika Serikat, memastikan arsitek agresi di Ukraina menerima konsekuensi yang sama,” ujar Zelensky dalam pernyataannya.
Di sisi lain, Rusia bereaksi keras. Moskow mengecam penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Pemerintah Rusia menyebut tindakan Amerika Serikat sebagai pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara. Rusia juga mendesak Presiden Donald Trump agar segera membebaskan Maduro.
Laporan ini sebelumnya diberitakan oleh TribunJatim.com juga pada channel TribunJatim Official (06-01-2026), yang menyoroti bagaimana penangkapan Presiden Venezuela membuka babak baru dalam dinamika politik global serta memunculkan tekanan internasional terhadap Rusia dan kepemimpinan Vladimir Putin.[]Adm


Post a Comment