Board of Peace dan Neo Kolonialisme
Oleh: Maftucha S.Pd*)
IndonesiaNeo, OPINI - Perdamaian! Sungguh manis kata ini di mulutmu, padahal kamu adalah teroris sejati yang selalu menebar ketakutan kepada seluruh umat manusia. Kamu adalah penjajah yang melakukan genosida kepada penduduk yang sah. Kamu seperti Dajjal yang membius manusia-manusia rakus yang tidak takut azab Ilahi agar tunduk di bawah kakimu.
Board of Peace
Semua yang masih memiliki akal sehat akan berpikir bahwa Board of Peace hanyalah sebuah alat untuk melenyapkan Palestina dan penduduknya agar terlihat legal. Secara terang-terangan Trump mengatakan bahwa dia ingin menyulap Palestina menjadi kota maju yang penuh dengan gedung-gedung pencakar langit.
Dia menginginkan para investor datang dan ikut membantu membangun Palestina menjadi negara yang "maju" sesuai dengan keinginannya. Memang siapa Trump? Dengan seenaknya mengobok-obok negeri orang, membunuh warganya dan sekarang berkoar-koar sebagai juru damai dunia.
Jika benar ada keinginan untuk perdamaian di Palestina maka yang harus dilakukan adalah menghilangkan penyebab dari penjajahan itu sendiri, bukan justru melindungi sang penjajah dengan membangun ulang wilayah yang sudah ada penduduknya secara sah.
Board of Peace hanyalah alat berkedok perdamaian untuk menguasai Palestina, jika benar menginginkan perdamaian di Palestina kenapa Palestina tidak diundang dan diajak bicara dalam dewan tersebut? Bukankah ia adalah pemilik sah negeri tersebut?
Board of Peace, Neo Kolonialisme
Palestina belum kering darahnya, bahkan darah itu masih mengalir hingga detik ini. Walaupun gencatan senjata katanya terjadi. Namun, tentara Israel masih menyerang penduduk Palestina, rumah mereka dihancurkan, keluarga mereka dicerai beraikan. Semua itu disadari dan disaksikan oleh seluruh mata dunia, bahkan dengan mata telanjang mengetahui bahwa AS adalah sponsor utamanya. Namun, kini AS mengatakan menginginkan perdamaian untuk umat Palestina?
Board of Peace adalah otoritas baru penjajahan dunia yang langsung dipimpin oleh Donald Trump. BoP ini mulanya adalah untuk mengawal gencatan senjata di Gaza. Namun, kini diperluas untuk menyelesaikan konflik di berbagai wilayah dunia. BoP dikhawatirkan hanya menjadi legitimasi penjajahan berkedok perdamaian mengingat bagaimana selama ini Trump dalam mengambil keputusan secara sepihak.
Kejanggalan ini terlihat dari beberapa hal seperti; masukannya Israel sebagai anggota sedangkan Palestina tidak, hak veto hanya dimiliki oleh Trump, Trump juga berhak dalam memilih siapa penerus BoP, Pasukan Stabilitas Nasional juga langsung di bawah arahan AS. Lalu apa fungsi dari anggota yang lain? Jelas ini hanya sebuah ambisius dari Donald Trump sendiri.
Keikutsertaan Indonesia adalah Penghianatan
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP ini dinilai tidak terbuka karena tidak pernah diwacanakan kepada rakyat sebelumnya, di mana penandatanganan ini terjadi di sela-sela kegiatan World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal turut buka suara terkait masuknya Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian ini, menurutnya apakah Trump bisa menjamin hak anggotanya dalam memberikan masukan? Mengingat sikap Trump selama ini yang selalu mengambil keputusan sendiri sehingga anggotanya hanya menjadi anak buah atau penonton yang siap memberi tepuk tangan.
Masih menurutnya, dewan buatan Trump ini juga dinilai masih terlalu abstrak, tidak jelas dan penuh dengan ranjau. Artinya semua kebijakan masih tergantung bagaimana nanti Trump menilainya.
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP ini dikhawatirkan akan berdampak pada netralitas Indonesia dalam persoalan Palestina dan juga bisa mencederai tujuan Indonesia yang telah tertuang dalam UUD untuk ikut serta dalam menghapuskan penjajahan di muka bumi.
Masyarakat menilai, Indonesia seharusnya memperjuangkan hak kemerdekaan Palestina yang telah dirampas oleh Israel selama puluhan tahun. Jika kini harus ada BoP apakah itu bisa menjamin kemerdekaan Palestina secara penuh? mengingat keberadaan PBB selama ini yang tidak berdaya di bawah ketiak AS.
Masyarakat akan menilai Keikutsertaan Indonesia ini adalah sebuah penghianatan kemanusiaan karena jelas bahwa Israel adalah penjajah. Kemerdekaan Indonesia juga diraih atas jasa Palestina yang dulu telah mengakui hak kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
Keputusan ini membuat rakyat juga curiga, bahwa ini adalah sebuah agenda terselubung yang menumpang agenda WEF, mengingat BoP ini pembentukannya baru diumumkan oleh Trump tanggal 15 Januari 2026. Tentu terlalu dini bagi Indonesia untuk memutuskan Keikutsertaannya.
Hak Merdeka Bagi Palestina
Sejak awal Palestina adalah wilayah yang merdeka, Palestina ada di bawah Kekhilafan Turki Utsmani dan terus berlanjut hingga akhirnya Inggris menghancurkan kekhilafan ini dan membagi-bagi wilayah jajahannya dengan sekutunya yaitu Perancis.
Ketika Khilafah telah dijatuhkan, Inggris yang saat itu berkuasa menjanjikan akan memberikan hadiah kepada salah satu pemuka Yahudi berupa daerah kekuasaan yakni Palestina yang dikenal dengan Deklarasi Balfour. Sejak itulah banyak orang-orang Yahudi eksodus ke wilayah Palestina.
Dengan semakin banyakan keturunan Yahudi Israel ini ke Palestina mereka semakin berani untuk mengambil tanah-tanah milik warga bahkan melakukan kejahatan. Namun, mereka seolah-olah kebal hukum, tidak ada satupun tangan yang mampu menghentikan kejahatan mereka hingga detik ini.
Baik PBB atau OKI tidal ada yang bisa memberikan keputusan bahwa Israel adalah penjajah, apa pun yang diputuskan oleh PBB selalu dianulir oleh AS. Dengan sikapnya yang selalu mendukung Israel mustahil Trump dengan BoP nya bisa menciptakan keadilan dan perdamaian di muka bumi.
Israel Tidak Memiliki Wilayah
Dalam Al-Qur'an telah dijelaskan bahwa Israel adalah keturunan Nabi Ya'qub as. dan banyak diberikan keistimewaan oleh Allah Swt. berupa banyaknya nabi dari kalangan mereka. Sebab itulah ketika nabi terakhir bukan dari golongan mereka, mereka melakukan pembangkangan.
Nabi dari golongan mereka saja banyak yang ditentang bahkan dibunuh, apalagi nabi dari kaum lain. Untuk itulah Israel selalu membuat kekacauan di muka bumi.
Bani Israel sesungguhnya menempati wilayah Mesir dengan Nabi Musa sebagai nabi mereka. Namun, karena ditindas oleh Firaun mereka kemudian melakukan eksodus ke berbagai wilayah.
Hal ini telah di nash oleh Allah Swt. bahwa Israel memang tidak memiliki wilayah akibat pembangkangan mereka kepada Allah dan Nabi-Nya. Mereka diusir dari wilayah mereka akibat kerusakan yang mereka timbulkan.
Allah Swt. berfirman yang artinya: "Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (QS. Al- Isra' ayat 4).
Kaum Israel Yahudi di era modern juga pernah di genosida oleh pemerintah Jerman, setiap orang yang ketahuan berlatar belakang Yahudi dia akan dihilangkan. Mereka hidup dalam ketakutan sehingga akhirnya mereka menyebar ke berbagi wilayah.
Kini setelah mereka menumpang di Palestina mereka berbalik arah menyerang dan menguasai wilayah Palestina dengan cara-cara yang sadis.
Solusi Islam
Sesungguhnya hanya persatuan Umat Islam di bawah komando Khilafah-lah yang bisa membebaskan Palestina dari penjajahan Israel dan menghentikan kepongahan AS. Baik Israel, AS, maupun sekutunya seperti Inggris dan Perancis hanya bisa dilawan dengan kekuatan yang seimbang yakni Khilafah.
Khilafah adalah sistem pemerintah Islam yang menerapkan hukum Islam secara keseluruhan. Dengan semangat keimanan khalifah akan menyerukan jihad untuk membebaskan Palestina.
Penerapan syariat Islam secara menyeluruh akan mampu melindungi segenap jiwa Umat Islam. Hal ini karena setiap jiwa sangatlah berharga. Allah Swt. berfirman yang artinya:
"..Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.. " (QS. Al-Ma'idah ayat 32).
Mengharap pada PBB atau OKI atau apapun organisasi dunia lainnya hanya semakin memperpanjang penderita saudara kita di Palestina dan wilayah-wilayah lain yang hidup dalam kondisi tertindas.
Hanya Islam yang mampu mewujudkan kehidupan yang adil bagi seluruh manusia, karena Islam adalah sebuah ideologi yang berasal dari Zat yang menciptakan manusia dan alam semesta. Wallahu a'lam bishawab.[]
*) Pemerhati Dunia Islam


Post a Comment