Header Ads


Kebiadaban Israel Legalkan UU Hukuman Mati bagi Tahanan Palestina

Oleh: Rasyidah*)


IndonesiaNeo, OPINI - Sejak lama Palestina menjadi simbol penderitaan umat Islam sekaligus saksi nyata kebiadaban Zionis Israel Laknatullah. Berbagai kebiadaban yang dirasalan warga Palestina blockade makin diperketat, Pemutusan listrik, penghentian pasokan energi, dan lumpuhnya akses air bersih menjadikan kondisi kemanusiaan makin parah, dan yang hari ini disahkan kebijkan hukuman mati bagi tahanan Palestina, Nauzbillah minzalik.

Dikutip cnnindonesia.com, Senin (30/03/2026), Parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang memberlakukan hukuman mati khusus bagi penduduk Palestina yang terbukti melakukan serangan mematikan. 

Kebijakan ini menuai kritik tajam dari negara-negara Eropa dan kelompok hak asasi manusia karena dinilai diskriminatif dan melanggar UU Internasional. Indonesia meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil langkah tegas setelah Israel mengesahkan Undang-Undang (UU) yang mewajibkan pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati bagi warga Palestina, yang terbukti membunuh warga Israel dalam perbuatan yang dikategorikan sebagai “teror” (Kompas.com, 1/4/2026).

Keinginan Israel untuk merebut tanah Palestina belum juga terwujud. segala bentuk kekejaman dan kekejian dilimpahkan kepada masyarakat Palestina.  

Lahirnya UU tersebut menandai eskalasi signifikan dalam sistem pemidanaan Zionis yang sekaligus menunjukkan kegagalan mereka dalam mengintimidasi para penduduk Palestina agar menghentikan perlawanan mereka. Di sisi lain, keberanian Zionis mengesahkan UU yg dipandang berlawanan dengan UU internasional menunjukkan level kelaliman dan kejemawaan yang memuncak di hadapan ketakberdayaan  umat Islam dunia yang cuma bisa mengecam atau bahkan diam.

Israel tidak akan pernah berdiri sendiri untuk terus melegalkan segala cara yang haram untuk menjajah Palestina. Dukungan penuh dari Amerika Serikat baik secara militer, ekonomi maupun politik menjadi tiang penopangnya. Dalam bingkai kapitalisme, kecaman dari sebagian negara dunia ini tidak memiliki pengaruh apapun bagi rakyat Palestina. Di depan layar mereka mengecam, sedangkan di belakang layar melalui jalur strategis dalam politik tetap berjalan terlebih khusus masih banyak dari negara-negara muslim yang masih kokoh bergabung dalam BOP “Board Of Peace” buatan Amerika, yang pada dasarnya lembaga ini dibuat bukan untuk memerdekakan Palestina namun mengambil Palestina secara perlahan kepada tangan para penjajah.

Selama dunia ini masih terikat dan terpimpin dalam jaring kapitalisme maka Palestina dan seluruh negeri-negeri muslim akan terus menjadi korban penjajahan. Sejatinya cita-cita penguasa Negeri muslim dalam membahaskan Palestina terlihat hanya sekedar pencitraan, yang mereka dapat lakukan hanya mengancam tanpa memberikan solusi hakiki.  Diamnya para penguasa muslim disebabkan atas keadaan politik internasional hari ini yang menempatkan negeri-negeri muslim sebagai negara pengekor barat. Maka tidak perlu heran melihat barat sangat mendukung penuh Israel melegalkan segala cara untuk merampas tanah Palestina dan membumihanguskan orang-orang di Palestina.

Sikap penguasa negeri muslim saat ini menunjukkan sebuah pengkhianatan terhadap saudara Muslim sendirinya. Semua ini disebabkan paham nasionalisme yang bercokol pada diri mereka yang dipaham dari barat untuk menghancurkan negeri-negeri muslim. Dan menjadikan negeri-negeri muslim enggan membantu musim di Palestina dengan alasan bukan urusan negara mereka.

Seharusnya dengan banyaknya solusi yang ditawarkan oleh dunia baik dari PBB ataupun lembaga hak asasi manusia mampu membuat kaum muslimin sadar bahwa tujuan dari barat adalah untuk memisahkan antara negeri-negeri muslim dari perasaan yang satu bahwa setiap muslim itu bersaudara di belahan dunia manapun karena mereka terikat akidah yang satu yaitu Islam. 

Selain itu, dilegalkan undang-undang hukuman mati atas tahanan Palestina membuka mata dan telinga melihat betapa kejamnya dan biadabnya Israel. Tak ada hentinya untuk terus mengharuskan kekejamannya terhadap saudara di Palestina. Sungguh tidak ada solusi Hakiki selain daripada solusi Islam.

Islam jelas memiliki solusi untuk mencapai kedamaian hakiki bagi Palestina. Haram hukumnya mengakui keberadaan penjajah. Zionis harus diusir, sebagaimana kita tidak boleh bermanis muka kepada kafir harbi yang jelas telah memerangi kaum muslim.

Umat Islam dunia, terutama para penguasa dan tokohnya tidak pantas berdiam diri atau merasa cukup dengan hanya menyampaikan kecaman. Mereka harus berani melakukan Langkah-langkah politik untuk membungkam kebiadaban zionis di bawah dukungan Amerika. 

Umat Islam sudah cukup dihadapkan pada banyak fakta bahwa tidak mungkin berharap pada kepemimpinan yang tidak tegak atas dasar Islam. Sudah saatnya mereka menggagas perubahan mendasar melalui dakwah Islam politik ideologis sesuai thariqah dakwah Rasul.

Kekejaman yang terjadi hanya bisa dihentikan dengan jihad fi sabilillah dan kepemimpinan Islam. Islam akan menjadi pelindung bagi kaum muslim di seluruh dunia. Satu nyawa sangat berharga dalam pandangan Islam. Ketika Islam dijadikan aturan dalam negara, maka akan tercipta persatuan umat yang mampu melawan penjajah dalam hitungan waktu singkat. Kepemimpinan Islam akan menggerakkan kekuatan militer untuk membela Palestina serta mengusir segala bentuk penjajahan di muka bumi Wallahu a’lam bissawab.[]


*) Pegiat Literasi

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.