Header Ads


Imarah Islam Afghanistan Junjung Tinggi Syariat Islam?


Indonesianeo.com – Pengamat Politik Internasional Umar Syarifuddin menanggapi pernyataan pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada yang mengumumkan bahwa pemerintahan dengan nama resmi Islamic Emirate of Afghanistan (19/8) akan menjunjung tinggi syariat Islam.

“Konsep negara yang dideklarasikan dengan membentuk pemerintahan Islamic Emirate of Afghanistan atau Imarah Islam Afghanistan tersebut sebenarnya bertentangan dengan sistem pemerintahan khilafah serta berpotensi menjadi penghalang tegaknya sistem yang didesain bagi seluruh umat tersebut,” ujarnya dalam Kabar Petang: Islamic Emirate Solusi Bagi Afghanistan? Kamis (9/9/2021) di kanal YouTube KC News.

Apalagi di dalam deklarasi pemerintahan baru Afghanistan tersebut dinilainya terdapat kesepakatan rahasia atau pun terbuka dengan Amerika Serikat. “Nantinya bisa menjadi tipuan penjajah untuk menciptakan berbagai kemungkinan Amerika Serikat untuk bisa mencampuri urusan internal rakyat Afghanistan,” urainya.

Penting diketahui, manuver menipu dari Amerika Serikat akan terus dilakukan dengan mengonsolidasikan pengaruhnya di sana. “Tentunya tidak ingin sejarah terus berulang, masih saja sejarah yang lama itu muncul yaitu secara imperialisme, peradaban kapitalis sekuler yang terus melakukan berbagai penindasan baik secara fisik maupun nonfisik,” ungkapnya.

Sehingga, kalau menginginkan pembebasan sejati yang rakyatnya terbebas pula dari ide-ide dan sistem korup, maka lanjut Umar, Afghanistan harus dipersatukan oleh ikatan Islam, bukan yang lain.

“(Namun) konsekuensinya adalah harus menerapkan Islam di seluruh bidang kehidupan dan membawa syariat Islam itu ke seluruh kebijakan dalam negerinya dan berikutnya juga membawa Islam ke seluruh dunia,” tuturnya.

Bahkan untuk kemakmuran rakyat, penguasa harus menggunakan cara Islam terkait pengelolaan, baik sumber daya alam maupun manusianya. “Bukan malah menyerahkan semua atau sebagian kepercayaan itu kepada dunia internasional termasuk Amerika Serikat yang menginginkan agar Afghanistan itu sebagai negara yang lebih sekuler lagi ke depannya,” pungkasnya.[]

https://mediaumat.news

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.